Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah untuk esok hari, Jumat, 22 Mei 2026. Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul adanya indikasi peningkatan curah hujan lebat, ancaman banjir rob di pesisir utara, serta gelombang tinggi di perairan selatan.
Kondisi atmosfer menunjukkan adanya dinamika udara yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif di sejumlah titik. Berdasarkan data resmi stasiun meteorologi, cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang berpeluang besar melanda wilayah pegunungan tengah dan sebagian pesisir.
Pihak berwenang merilis daftar wilayah yang masuk dalam peta rawan bencana hidrometeorologi esok hari. "Daerah jawa tengah yang kena cuaca ekstrem" diprediksi mencakup sembilan kabupaten dan kota, utamanya yang berada di sekitar jalur pegunungan dan pantai utara.
Daftar Daerah Rawan dan Ancaman Banjir Rob Pantura
Pesisir utara Jawa Tengah atau Pantura berstatus siaga terhadap munculnya luapan air laut. Fenomena banjir rob pantura diprakirakan masih akan mengganggu aktivitas transportasi dan pemukiman warga di sekitar pelabuhan serta pemukiman pesisir akibat pasang air laut yang bersamaan dengan tingginya curah hujan lokal.
Selain ancaman banjir pesisir, ramalan cuaca semarang banyumas menunjukkan adanya perbedaan karakteristik cuaca yang cukup kontras antara wilayah perkotaan dan wilayah dataran tinggi Jawa Tengah bagian barat. Wilayah Banyumas Raya diimbau mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor akibat struktur tanah yang jenuh air setelah diguyur hujan berhari-hari.
BMKG memetakan wilayah-wilayah yang wajib meningkatkan kewaspadaan melalui rincian sebaran potensi cuaca ekstrem berikut ini:
- Wilayah Pegunungan Tengah: Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo berpotensi hujan lebat sejak siang hingga malam hari.
- Wilayah Pantura Barat dan Timur: Pekalongan, Batang, Demak, dan Kudus rawan terdampak genangan air banjir rob pantura.
- Wilayah Solo Raya: Karanganyar dan Boyolali diprakirakan mengalami hujan lokal disertai angin kencang berdurasi singkat.
Kondisi Gelombang Laut Pantai Selatan
Situasi di perairan selatan Jawa Tengah juga dilaporkan mengalami pergolakan yang cukup membahayakan bagi aktivitas pelayaran. Menurut info gelombang laut pantai selatan hari ini, ketinggian ombak di perairan terbuka Samudra Hindia selatan Jawa Tengah diprediksi bisa mencapai kategori tinggi hingga sangat tinggi.
Para nelayan tradisional dan operator kapal wisata di pesisir Cilacap hingga Kebumen diminta untuk menunda aktivitas melaut sementara waktu. Kecepatan angin yang bertiup dari arah timur menuju tenggara menjadi pemicu utama meningkatnya tinggi gelombang di perairan selatan tersebut.
Berikut adalah estimasi parameter cuaca, suhu, dan kelembaban udara di beberapa wilayah strategis Jawa Tengah untuk periode besok:
| Wilayah / Kabupaten | Prakiraan Kondisi | Suhu Udara (┬░C) | Kelembaban (%) |
|---|---|---|---|
| Semarang Kota | Hujan Ringan | 25ÔÇô33 | 65ÔÇô90 |
| Banyumas (Purwokerto) | Hujan Lebat | 23ÔÇô30 | 75ÔÇô95 |
| Demak (Pantura) | Berawan - Rob | 25ÔÇô33 | 70ÔÇô92 |
| Cilacap (Pesisir Selatan) | Berawan - Angin Kencang | 24ÔÇô31 | 70ÔÇô95 |
| Wonosobo | Hujan Petir | 18ÔÇô26 | 80ÔÇô98 |
Dampak ke Wilayah Sekitar dan Peringatan Dini
Kondisi cuaca di Jawa Tengah ini juga diprakirakan berimbas ke wilayah tetangga, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan perkiraan cuaca jogja dari stasiun meteorologi setempat, beberapa wilayah kabupaten seperti Kulon Progo dan Bantul terpantau mulai tertutup kabut tipis dan udara kabur sejak dini hari dengan kelembaban udara yang mencapai 97 hingga 98 persen.
BMKG terus memperbarui data radar cuaca jateng hari ini guna memastikan pergerakan awan hujan dapat terpantau secara langsung oleh masyarakat. Warga yang tinggal di daerah tepian sungai dan lereng tebing diminta tetap waspada dan segera mengungsi mandiri jika melihat intensitas hujan lebat terjadi secara terus-menerus selama lebih dari dua jam.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing kabupaten telah menyiagakan personel dan peralatan evakuasi di titik-titik rawan banjir serta longsor guna mengantisipasi dampak terburuk dari cuaca ekstrem esok hari.