BMKG Petakan Empat Sirkulasi Siklonik yang Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

BMKG Petakan Empat Sirkulasi Siklonik yang Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia
Foto: Ilustrasi BMKG Petakan Empat Sirkulasi Siklonik yang Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan kemunculan empat titik sirkulasi siklonik secara bersamaan di sekitar perairan Indonesia yang memicu potensi cuaca signifikan. Kondisi atmosfer ini diprediksi melanda sejumlah wilayah pada Rabu, 20 Mei 2026.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak dinamika atmosfer tersebut. Seperti dilansir dari Media Indonesia, imbauan ini terutama ditujukan bagi penduduk yang tinggal di wilayah dengan status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat.

Terdapat tiga wilayah utama yang masuk dalam kategori Siaga cuaca ekstrem tersebut. Wilayah yang dimaksud meliputi Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku Utara.

BMKG juga merilis rincian prakiraan cuaca untuk kota-kota utama di wilayah Indonesia Bagian Barat. Wilayah Banda Aceh, Tanjung Pinang, dan Bandar Lampung diprediksi mengalami hujan petir, sementara Tanjung Selor dilanda hujan sedang.

Hujan ringan berpotensi membasahi Medan, Pekanbaru, Jambi, Padang, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Serang, Bandung, Yogyakarta, dan Samarinda. Di sisi lain, Surabaya diprakirakan mengalami udara kabur, sedangkan Pangkalpinang, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin berawan hingga berawan tebal.

Untuk wilayah Indonesia Bagian Timur, hujan ringan diproyeksikan mengguyur Mataram, Kupang, seluruh wilayah Sulawesi, Ternate, Ambon, serta sebagian besar wilayah Papua. Sementara itu, kawasan Denpasar dan Manokwari diprediksi berawan hingga berawan tebal.

Analisis Dinamika Atmosfer Indonesia

Berdasarkan analisis terbaru, empat sirkulasi siklonik tersebut terbentuk di Samudra Hindia Barat Sumatera Barat, Samudra Pasifik Utara Papua, Samudra Pasifik Utara Papua Nugini, dan Samudra Pasifik Timur Laut Papua Nugini. Sistem ini memicu daerah konvergensi dan konfluensi di perairan barat Sumatera bagian utara hingga tengah, Papua Barat hingga perairan utara Papua Barat, serta pesisir utara Papua.

Daerah konvergensi lainnya juga terpantau terbentuk di Aceh, pesisir timur Sumatera Utara, Riau, Laut Natuna, Selat Karimata hingga Kepulauan Bangka Belitung, dan Jawa Tengah hingga Jawa Barat. Kondisi serupa terjadi di Nusa Tenggara Timur, Laut Jawa bagian timur, Laut Banda, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Papua Pegunungan hingga Papua Tengah, serta Laut Arafuru.

Kombinasi dari seluruh dinamika atmosfer ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat sirkulasi siklonik dan sepanjang daerah pertemuan angin. BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem seperti genangan air maupun banjir rob di wilayah pesisir.

Artikel terkait

Rekomendasi