Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi terjadi pada Rabu, 22 April 2026, dengan fokus utama di wilayah Jawa dan Sumatera.
Dikutip dari Kompas, BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh interaksi tekanan rendah, low level jet, serta adanya sirkulasi siklonik. Kombinasi faktor-faktor tersebut memicu pertumbuhan awan hujan yang sangat masif di berbagai titik strategis tanah air.
Pemantauan BMKG mendeteksi adanya pusat tekanan rendah di kawasan Samudra Hindia, tepatnya di sisi selatan Yogyakarta. Sistem ini kemudian menginduksi munculnya low level jet atau aliran udara kencang di lapisan atmosfer bawah.
Aliran udara tersebut membawa suplai uap air dalam jumlah besar yang memperkuat pembentukan hujan di area Jawa Timur hingga ke Selat Bali. Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera Barat.
Kondisi atmosfer menjadi semakin tidak stabil akibat adanya daerah konvergensi yang membentang luas. Jalur pertemuan angin ini memanjang dari wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga mencapai daratan Papua, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan secara luas.
Masyarakat di sejumlah provinsi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi dampak cuaca buruk. BMKG secara spesifik menyoroti risiko hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Daftar wilayah yang masuk dalam kategori peringatan dini meliputi Sumatera Utara, Jambi, serta Kepulauan Bangka Belitung. Untuk area Pulau Jawa, waspada tinggi perlu dilakukan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Curah hujan dengan intensitas tinggi tersebut berisiko menimbulkan genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor. Risiko ini terutama mengancam wilayah-wilayah yang memiliki topografi rawan atau sistem drainase yang kurang optimal.
Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar di Indonesia
Berdasarkan data prakiraan cuaca per wilayah, terdapat variasi intensitas hujan di sejumlah kota besar. Untuk kawasan Indonesia bagian barat, hujan yang disertai petir diprediksi akan mengguyur wilayah Banjarmasin pada periode tersebut.
Kota-kota seperti Bandung, Semarang, dan Yogyakarta diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu, hujan dengan skala ringan berpeluang terjadi di Medan, Pekanbaru, Jakarta, Surabaya, hingga Pontianak.
Beralih ke wilayah Indonesia bagian timur, Nabire diperkirakan akan dilanda hujan dengan intensitas sedang. Untuk wilayah Makassar, Denpasar, dan Jayawijaya, cuaca diprediksi akan didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan.
Kondisi langit berawan hingga berawan tebal diprakirakan meliputi wilayah Banda Aceh, Manado, Kendari, Ternate, Sorong, dan Jayapura. Detail rincian cuaca kota besar dapat dilihat pada data terstruktur berikut.
| Wilayah | Kategori Cuaca | Daftar Kota |
|---|---|---|
| Ôøê´©Å Hujan Petir | Banjarmasin | ƒîº´©Å Hujan Sedang |
| Bandung, Semarang, Yogyakarta | ƒîª´©Å Hujan Ringan | Medan, Pekanbaru, Jakarta, Surabaya, Pontianak |
| ƒîº´©Å Hujan Sedang | Nabire | ƒîª´©Å Hujan Ringan |
| Denpasar, Makassar, Jayawijaya | Ôÿü´©Å Berawan / Berawan Tebal | Banda Aceh, Manado, Kendari, Ternate, Sorong, Jayapura |
BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem saat sedang beraktivitas di luar rumah. Warga disarankan untuk menghindari kawasan yang sering menjadi langganan banjir atau lereng yang rawan longsor.
Pembaruan informasi mengenai kondisi cuaca terkini dapat terus dipantau secara berkala. Masyarakat bisa mengakses data melalui situs resmi otoritas meteorologi maupun kanal media sosial resmi di @infobmkg.