Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Jawa Barat pada Sabtu, 16 Mei 2026. Pihak otoritas meminta masyarakat di belasan kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang pergantian cuaca pada siang dan sore hari.
Kondisi atmosfer menunjukkan adanya peningkatan labilitas lokal yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan di berbagai daerah. Berdasarkan pembaruan data BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut diperkirakan mulai melanda secara sporadis sejak siang hari.
Pihak BMKG mengidentifikasi setidaknya 15 wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat yang masuk dalam zona siaga dan waspada dampaknya. Cuaca ekstrem ini diproyeksikan terjadi akibat akumulasi konvektivitas udara yang tinggi sejak pagi hari.
Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, diimbau untuk tidak melakukan aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak saat hujan mulai turun. Berikut adalah daftar wilayah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem:
- Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur
- Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung
- Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya
- Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar
- Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sumedang
- Kabupaten Subang
Prakiraan Berdasarkan Pembagian Waktu dan Wilayah
Secara umum, dinamika cuaca di wilayah Jawa Barat sepanjang hari terbagi ke dalam beberapa fase waktu yang bervariasi. Karakteristik cuaca ini juga dipengaruhi oleh topografi wilayah utara yang cenderung lebih panas dibanding wilayah selatan.
Pada pagi hari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Barat diperkirakan bertiup cerah berawan hingga berawan. Perubahan drastis baru akan terjadi memasuki siang hari, di mana hujan lebat dan angin kencang mulai mendominasi hingga pukul 19.00 WIB.
Selanjutnya, pada malam hari pukul 19.00 sampai 01.00 WIB, intensitas hujan diperkirakan mulai menurun menjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah. Memasuki dini hari pukul 01.00 hingga 07.00 WIB, kondisi langit kembali stabil menjadi cerah berawan hingga berawan.
Untuk memberikan rincian lebih jelas mengenai parameter cuaca di wilayah utara dan selatan Jawa Barat, BMKG menyusun rincian data suhu, kelembapan, serta kecepatan angin secara spesifik.
| Wilayah Wilayah | Rentang Suhu (┬░C) | Kelembapan Udara (%) | Kecepatan Angin (km/jam) |
|---|---|---|---|
| Jawa Barat Bagian Utara | 22 ÔÇô 34 | 60 ÔÇô 96 | 05 ÔÇô 35 |
| Jawa Barat Bagian Selatan | 18 ÔÇô 32 | 60 ÔÇô 97 | 05 ÔÇô 35 |
Secara umum, angin di seluruh wilayah Jawa Barat bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 35 kilometer per jam. Angin kencang mendadak biasanya muncul sesaat sebelum atau bersamaan dengan turunnya hujan lebat dari awan kumulonimbus.
Variasi Cuaca Lokal dan Kondisi Perairan
Di tingkat lokal, variasi cuaca yang cukup dinamis terpantau di wilayah Kabupaten Majalengka. Data satelit menunjukkan bahwa 14 kelurahan dan desa di Kecamatan Majalengka, termasuk Munjul, Babakan Jawa, Cicurug, Sindangkasih, hingga Cibodas, memiliki variasi suhu berkisar antara 22┬░C hingga 31┬░C dengan kelembapan udara mencapai 65% hingga 99%.
Sementara itu, BMKG juga mengeluarkan laporan berkala mengenai kondisi keselamatan pelayaran di perairan selatan. Prakiraan cuaca untuk kawasan Samudra Hindia selatan Jawa Barat dinyatakan berlaku efektif mulai tanggal 16 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga tanggal 19 Mei 2026 pukul 00.00 WIB.
Para nelayan dan operator jasa transportasi laut diminta untuk tetap memantau pembaruan tinggi gelombang serta kecepatan angin permukaan di wilayah perairan tersebut, mengingat adanya efek tidak langsung dari pertumbuhan awan hujan di daratan Jawa Barat.