BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat 16 Mei 2026

BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat 16 Mei 2026
Foto: Ilustrasi BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat 16 Mei 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Kondisi ini memicu potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Dilansir dari Media Indonesia, dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya area tekanan rendah di wilayah Laut Filipina, tepatnya di sisi utara Papua Barat.

Fenomena ini menciptakan jalur konvergensi dan konfluensi yang membentang hingga ke Maluku Utara, memicu pertumbuhan awan hujan yang masif.

Selain itu, terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar Kepulauan Bangka Belitung dan Selat Makassar bagian selatan yang memperkuat massa udara basah di Indonesia tengah dan timur.

BMKG menetapkan status siaga bagi sejumlah provinsi yang diprediksi akan mengalami curah hujan tinggi dan potensi dampak kerusakan lingkungan.

Daftar Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem 16 Mei 2026
Kategori PotensiWilayah Terdampak
Hujan Lebat/Sangat LebatJawa Timur, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.
Hujan Disertai PetirPalembang, Banjarmasin, Samarinda, Manado, dan Jayawijaya.

Prakiraan Kondisi Cuaca di Kota Besar

Secara lebih mendetail, BMKG memetakan kondisi cuaca di kota-kota besar Indonesia yang terbagi menjadi wilayah barat dan timur.

Untuk wilayah barat, hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Medan (Madras Hulu), Palangka Raya, dan Tanjung Selor.

Sementara itu, seluruh Pulau Jawa serta kota-kota seperti Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, hingga Pontianak berpotensi mengalami hujan ringan.

Di wilayah timur, daerah seperti Makassar (Panaikang), Mamuju, Gorontalo, dan Ternate diperkirakan akan diguyur hujan sedang.

Adapun wilayah Denpasar, Mataram, Kupang, Kendari, Palu, Ambon, hingga Merauke diprediksi hanya akan mengalami hujan dengan intensitas ringan.

Analisis Jalur Basah Atmosfer

Terbentuknya "jalur basah" yang signifikan di sepanjang Kalimantan Tengah, Laut Jawa, hingga Laut Banda merupakan hasil kombinasi tekanan rendah dan sirkulasi siklonik.

Meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki masa transisi musim, aktivitas atmosfer di jalur tersebut tercatat masih tetap tinggi.

Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dan sepanjang bantaran sungai diimbau untuk terus mewaspadai kenaikan debit air yang datang secara mendadak.

Warga di area perkotaan juga disarankan untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal guna mencegah munculnya genangan air yang menghambat mobilitas.

Tim Redaksi Media Indonesia mengingatkan publik untuk memantau data cuaca secara berkala melalui platform resmi yang disediakan oleh pihak berwenang.

Artikel terkait

Rekomendasi