Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat pada Selasa, 26 Mei 2026 mulai pukul 19:19 WIB. Berdasarkan pembaruan data cuaca terkini, sejumlah wilayah diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Peringatan dini yang diperbarui pada pukul 19:09 WIB ini menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap dampak sekunder yang mungkin ditimbulkan. Cuaca buruk ini diperkirakan melanda kawasan pemukiman, jalur transportasi utama, hingga wilayah dataran tinggi di berbagai kabupaten.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan di wilayah interland. Fenomena ini menyebabkan durasi hujan cenderung bertahan lama dengan intensitas yang fluktuatif dari sore hingga menjelang tengah malam.
Daftar Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem
Pihak BMKG merinci wilayah administrasi tingkat kecamatan di beberapa kabupaten yang masuk dalam zona siaga cuaca ekstrem malam ini. Sebaran awan hujan terpantau merata di wilayah barat, tengah, hingga timur Jawa Barat.
Pertanyaan warga mengenai "daerah mana saja yang kena petir di jabar" malam ini terjawab melalui pemetaan resmi pos pengamatan cuaca. Sebagian besar wilayah kabupaten yang memiliki topografi perbukitan dan dataran rendah dekat pesisir menjadi titik utama konsentrasi petir.
Berikut adalah rincian wilayah kabupaten dan kecamatan di Jawa Barat yang mengalami potensi hujan lebat disertai petir:
- Kabupaten Majalengka: Kertajati, Majalengka, Jatiwangi, Dawuan, Kadipaten, Jatitujuh, Ligung, Panyingkiran, Palasah, Cigasong, Kasokandel.
- Kabupaten Subang: Serangpanjang, Sagalaherang, Cisalak, Subang, Kalijati, Pagaden, Jalancagak, Tanjungsiang, Cibogo, Cipunagara, Cijambe, Cipeunduey, Kasomalang, Dawuan, Pagaden Barat, Ciater.
- Kabupaten Purwakarta: Wanayasa, Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Campaka, Jatiluhur, Plered, Sukatani, Darangdan, Maniis, Tegalwaru, Pasawahan, Bojong, Babakancikao, Bungursari, Cibatu, Sukasari, Pondoksalam, Kiarapedes.
- Kabupaten Karawang: Pangkalan, Pakisjaya, Tegalwaru, Karawang Barat, Telukjambe Timur, Ciampel, Klari, Rengasdengklok, Kutawaluya, Batujaya, Tirtajaya, Pedes, Cibuaya, Cikampek, Tirtamulya, Telagasari, Rawamerta, Lemahabang, Tempuran, Majalaya, Jayakerta.
- Kabupaten Sumedang: Conggeang, Buahdua, Tanjungkerta, Tanjungmedar, Tomo, Ujungjaya, Darmaraja, Cisitu, Situraja, Paseh, Surian, Tanjungsari, Pamulihan, Rancakalong, Sumedang Selatan, Sumedang Utara, Ganeas, Cimalaka, Cisarua, Jatigede.
Detail Cakupan Wilayah dan Pemetaan Tambahan
Selain lima kabupaten utama di atas, pergerakan sel awan konvektif juga dilaporkan meluas ke beberapa area di sekitarnya. Wilayah Bandung Raya dan jalur penghubung pantai utara juga tidak luput dari peringatan dini ini.
Di Kabupaten Bandung, daerah yang terdampak meliputi Kutawarinigin, Margahayu, Margaasih, Katapang, Pameungpeuk, Soreang, Ciwidey, hingga Cangkuang. Informasi prakiraan cuaca majalengka terbaru dan sekitarnya mengindikasikan potensi pergerakan angin kencang yang searah dengan jalur awan badai.
Sementara itu, Kabupaten Indramayu mencakup wilayah Cikedung, Gantar, Trisi, Haurgeulis, Kroya, Gabuswetan, Lelea, Bangodua, Widasari, Sukagumiwang, dan Tukdana. Di bagian barat, Kabupaten Bandung Barat (Cisarua, Ngamprah, Cihampelas, Cililin) serta Kabupaten Cianjur (Cikalongkulon) turut melaporkan kondisi langit yang mulai tertutup awan gelap.
Untuk memudahkan pemantauan, berikut tabel sebaran wilayah prioritas kewaspadaan cuaca ekstrem berdasarkan laporan resmi instansi terkait:
| Nama Kabupaten | Jumlah Kecamatan Terdampak | Potensi Fenomena Ikutan |
|---|---|---|
| Purwakarta | 18 | Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang |
| Karawang | 22 | Hujan Lebat, Angin Kencang |
| Sumedang | 20 | Hujan Sedang-Lebat, Petir |
| Subang | 16 | Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang |
| Majalengka | 11 | Hujan Sedang-Lebat, Petir |
| Indramayu | 11 | Hujan Sedang, Angin Kencang |
| Bandung | 8 | Hujan Ringan-Sedang, Petir |
Rekomendasi Keselamatan bagi Masyarakat
Masyarakat yang berada di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan apabila tidak memiliki urusan yang mendesak. Keberadaan angin kencang berpotensi merobohkan papan reklame, baliho, serta pohon tua yang rapuh di pinggir jalan raya.
Para pengendara sepeda motor disarankan untuk menghindari berteduh di bawah jembatan layang (flyover) maupun di bawah pohon besar guna menghindari risiko kecelakaan. Pengguna jalan tol, khususnya di jalur Cipularang dan Cipali, diminta melambatkan laju kendaraan karena jarak pandang yang menurun drastis akibat curahan air hujan.
Pihak berwenang setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing kabupaten telah menyiagakan personel evakuasi dan peralatan darurat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi genangan air di kawasan drainase yang buruk serta ancaman longsor skala kecil di wilayah perbukitan tajam.