Aktivitas masyarakat di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, terpantau tetap padat di tengah pelaksanaan aksi pemadaman lampu dalam rangka peringatan Hari Bumi pada Sabtu (25/4/2026) malam. Dilansir dari Megapolitan, pusat kuliner dan hiburan tersebut tidak terpengaruh ajakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mematikan listrik selama satu jam.
Kios makanan hingga tempat foto otomatis tetap dipenuhi pengunjung, terutama kalangan muda, meskipun pemadaman dijadwalkan berlangsung pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan yang tampak gelap total sebagai bentuk partisipasi dalam gerakan penghematan energi tersebut.
Putri, salah satu pengunjung di lokasi, mengungkapkan dukungannya terhadap langkah pengurangan penggunaan energi tersebut meski ia mengaku tidak sepenuhnya menyadari jadwal kegiatan hari ini.
"Bagus sih, jadinya kasih waktu sumber daya untuk enggak dipakai dulu," kata Putri, salah satu pengunjung Blok M.
Ia menambahkan bahwa durasi pemadaman selama 60 menit dinilai belum memberikan dampak yang besar bagi lingkungan secara keseluruhan.
"Ada pro dan kontra sih. Karena habis itu listriknya dinyalain lagi pasti besar dayanya," ujarnya.
Putri juga memberikan pandangan mengenai alasan kawasan komersial seperti Blok M tetap benderang selama aksi berlangsung.
"Ini kan tempat hiburan, semuanya lah. Jadi pasti mungkin chaos. Tapi kalau ada pemberitahuan dulu mungkin bisa," kata dia.
Senada dengan hal itu, Faisal menyoroti pentingnya mempertimbangkan nasib para pedagang kecil yang bergantung pada ketersediaan listrik secara terus-menerus.
"Kalau kita pengunjung sih kayaknya enggak akan berdampak. Tapi yang di atas lagi, orang-orang kayak gini yang jualan. Kan kalau listriknya mati, otomatis kulkasnya juga mati," ujar Faisal, pengunjung lainnya.
Dirinya mengusulkan agar frekuensi pemadaman dilakukan lebih sering agar kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dapat terbentuk dengan lebih efektif.
"Enggak efektif sih kalau cuma satu jam. Kalau bisa satu bulan sekali," kata dia.
Ariel, seorang pekerja di kios makanan Blok M Hub, menilai pengaturan teknis sangat diperlukan agar kegiatan usaha tidak terganggu saat pemadaman berlangsung.
"Ya paling enggak bisa ngapa-ngapain dulu. Tapi sebenarnya bagus sih, tapi jangan sekali. Mungkin tiga bulan sekali," ujarnya.
Aksi pemadaman serentak ini menyasar berbagai sektor mulai dari gedung pemerintah, restoran, hingga apartemen, namun tetap mengecualikan fasilitas kesehatan vital. Pada pelaksanaan tahun 2025, program ini berhasil menghemat listrik sebesar 439,76 MWh dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 365,53 ton CO2.