Pasar aset kripto mengawali pekan kedua Mei 2026 dengan pergerakan positif. Dilansir dari Investortrust, Bitcoin (BTC) berhasil mempertahankan posisinya di atas level US$80.000 di tengah sikap waspada para pelaku pasar.
Para trader saat ini sedang mengantisipasi rilis rangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat. Fokus utama tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) yang diprediksi naik ke 3,4% (yoy), disusul laporan PPI, serta data penjualan ritel.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menyebutkan bahwa rangkaian data ekonomi tersebut menjadi sangat krusial bagi pelaku pasar.
"Rangkaian data itu menjadi krusial untuk menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed, apalagi Jumat (15/5/2026) merupakan hari terakhir masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed," ujar Panji, dalam siaran press, Senin (11/5/2026).
Pertumbuhan pasar kripto mendapat sokongan kuat dari sektor institusional. ETF Bitcoin spot di bursa AS membukukan rekor aliran dana masuk atau inflow selama enam pekan berturut-turut, yang menjadi durasi terpanjang sejak Agustus 2025.
Dalam periode enam minggu tersebut, total dana yang masuk ke pasar mencapai US$3,4 miliar. Performa mingguan tertinggi terjadi pada pertengahan April dengan aliran dana mencapai US$996,38 juta dalam satu pekan.
Meskipun sempat diwarnai aksi keluar dana pada akhir pekan, ETF Bitcoin tetap mengakhiri pekan lalu di zona positif dengan mencatatkan arus masuk sebesar US$622,75 juta.
Sentimen positif tidak hanya dinikmati oleh Bitcoin, tetapi juga memicu reli pada sejumlah altcoin. Token Ondo ($ONDO) mencatatkan kenaikan tertinggi hampir 50% dalam sepekan terakhir, bergerak dari kisaran Rp5.000 hingga menyentuh Rp7.400.
Lonjakan harga $ONDO dipicu oleh keberhasilan uji coba pencairan obligasi AS tokenized yang dilakukan bersama JPMorgan dan Mastercard. Langkah ini memperkuat sentimen positif terhadap aset berbasis real-world asset (RWA).
Sementara itu, token SUI ($SUI) melesat 45% hingga melewati level Rp23.000. Penguatan ini terjadi setelah CME Group mendaftarkan SUI futures sebagai aset layer-1 keempat di dalam pasar derivatif yang teregulasi.
Dukungan terhadap industri kripto juga datang dari 21Shares yang meluncurkan ETF Canton Network (TCAN) di bursa Nasdaq. Produk investasi ini memberikan eksposur pada token $CC yang disokong oleh Goldman Sachs dan Microsoft.
Di sisi lain, platform Pump.fun ($PUMP) mencatatkan rekor baru dalam profitabilitas trader. Tingkat keuntungan para pengguna di platform tersebut melonjak hingga 73,28% pada April lalu, menandai pertumbuhan selama empat bulan berturut-turut.
Proyeksi Pergerakan Harga dan Dominasi Pasar
Pergerakan harga Bitcoin untuk jangka pendek diperkirakan berada di rentang US$80.000 hingga US$81.500. Untuk aset Ethereum, rentang pergerakan diproyeksikan berada di kisaran US$2.250 hingga US$2.400.
Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin sempat bertengger di kisaran US$81.475 atau sekitar Rp1,41 miliar yang berarti naik sebesar 1%. Namun, pada pukul 12:37 WIB, laju kenaikan BTC melandai menjadi 0,15% di level US$80.884.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) berada pada level 60,90%. Adapun total kapitalisasi pasar global untuk keseluruhan aset kripto tercatat menguat hingga mencapai kisaran US$2,69 triliun.