Bitcoin Gagal Bertahan di Level 76.000 Dolar AS Meski Sinyal Langka Muncul

Bitcoin Gagal Bertahan di Level 76.000 Dolar AS Meski Sinyal Langka Muncul
Foto: Ilustrasi Bitcoin Gagal Bertahan di Level 76.000 Dolar AS Meski Sinyal Langka Muncul.

Aktivitas pasar kripto menunjukkan dinamika baru setelah upaya Bitcoin untuk menetap di atas level 76.000 dolar AS mengalami kegagalan. Walaupun demikian, sebuah indikator langka memperlihatkan potensi terjadinya titik balik krusial pada pergerakan harga aset digital terbesar ini.

Seperti dilansir dari Investortrust, Bitcoin sempat melewati titik resistensi kuat di level 76.000 dolar AS sebelum akhirnya berbalik arah. Koin digital utama ini melorot hingga ke bawah kisaran 74.000 dolar AS pada akhir sesi perdagangan.

Data dari Coinmarketcap pada Rabu (15/4/2026) pukul 11.05 WIB mencatat nilai Bitcoin turun tipis sebesar 0,02 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Saat ini Bitcoin ditransaksikan pada kisaran 74.433 dolar AS, sementara Ethereum juga melemah 1,41 persen ke bawah 2,400 dolar AS.

Kondisi ini berbeda dengan pasar saham konvensional yang justru menguat, di mana Nasdaq naik 2 persen dan S&P 500 mendekati rekor tertinggi baru setelah meningkat 1,2 persen. Posisi Bitcoin sendiri terpantau masih berada sekitar 40 persen di bawah catatan rekor tertingginya yang berada di angka 126.000 dolar AS.

Meskipun lonjakan harga pada hari Selasa tidak bertahan lama, peluang untuk terjadinya pergerakan naik yang signifikan dinilai tetap terbuka. Hal ini didasarkan pada analisis terhadap instrumen derivatif yang menunjukkan tanda-tanda jenuh jual di kalangan pedagang.

Kepala Riset K33 Research, Vetle Lunde, memaparkan bahwa tingkat pendanaan pada kontrak perpetual bitcoin di Binance terus berada di area negatif selama 11 periode berurutan. Fenomena ini terjadi walaupun pasar sempat mengalami reli singkat, yang mencerminkan kecenderungan bearish dari para pelaku pasar.

Pada saat yang sama, data open interest mengalami peningkatan yang menandakan adanya pembukaan posisi short baru ketimbang penutupan posisi yang sudah ada. Menurut Vetle Lunde, situasi seperti ini secara historis sering menjadi landasan bagi momentum kenaikan harga yang kuat.

"Kombinasi tersebut secara historis telah menyiapkan panggung untuk pergerakan naik yang tajam," ujarnya.

Vetle Lunde memaparkan bahwa rata-rata tingkat pendanaan selama 30 hari kini telah bernilai negatif selama 46 hari secara berturut-turut. Pola sentimen bearish yang panjang ini serupa dengan masa-masa tekanan pasar terdahulu, termasuk situasi pasca runtuhnya FTX pada akhir 2022 dan masa larangan penambangan Bitcoin oleh China di pertengahan 2021.

"Rezim penghindaran risiko yang sebanding secara historis telah menjadi titik masuk yang menarik untuk BTC," kata Lunde.

Artikel terkait

Rekomendasi