Kebiasaan menyaksikan tayangan serial secara maraton kerap membuat seseorang menunda waktu istirahat hingga larut malam. Kebiasaan binge-watching ini memicu dampak buruk yang signifikan bagi kondisi fisik dan stabilitas pikiran dalam jangka panjang.
Para peneliti menemukan bahwa aktivitas tersebut tidak sekadar memotong durasi istirahat, melainkan juga merusak kualitas tidur secara menyeluruh. Fenomena ini erat kaitannya dengan kemudahan akses konten melalui berbagai platform digital saat ini.
Berdasarkan data yang dikutip dari Tekno, jajak pendapat oleh American Academy of Sleep Medicine (AASM) menunjukkan 88 persen responden dewasa kehilangan waktu tidur akibat kegemaran ini. Padahal, mayoritas masyarakat menempatkan tidur sebagai prioritas utama setelah keluarga.
Kecenderungan menunda waktu istirahat demi hiburan digital ini tidak merata pada setiap generasi. Sebanyak 44 persen kelompok usia 18 hingga 24 tahun mengaku sangat sering begadang demi menyaksikan serial favorit mereka.
Sebaliknya, persentase tersebut merosot tajam menjadi hanya 14 persen pada kelompok masyarakat berusia 45 tahun ke atas. Selain tayangan serial, jenis konten hiburan lain juga memicu perbedaan pola begadang berdasarkan gender.
Sebanyak 72 persen pria tercatat merelakan waktu tidur demi menyaksikan siaran langsung pertandingan olahraga. Sementara itu, 71 persen wanita lebih sering terjaga hingga larut malam karena menyelesaikan bacaan buku.
Efek Buruk Bagi Kesehatan Tubuh
Riset di Journal of Clinical Sleep Medicine menegaskan bahwa dampak maraton film tidak sebatas rasa kantuk pada keesokan hari. Para pelaku binge-watching mengalami tingkat kelelahan yang jauh lebih tinggi dan gejala insomnia yang intens.
Aktivitas ini memicu lonjakan kewaspadaan menjelang waktu tidur, sehingga tubuh menjadi semakin sulit untuk terlelap. Kondisi psikologis seperti rasa bersalah dan frustrasi akibat terlambat tidur sering kali memperparah gangguan ini, terutama pada generasi muda.
Meski demikian, kegemaran menonton ini tidak harus dihentikan sepenuhnya secara total. AASM merekomendasikan penerapan pola tidur sehat melalui pembentukan rutinitas malam yang konsisten guna membantu kesiapan tubuh beristirahat.
Langkah mendasar yang efektif dilakukan adalah mengenali durasi tidur ideal sesuai kelompok usia serta menentukan waktu bangun yang teratur. Langkah ini menjadi solusi awal untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan hiburan dan stabilitas kesehatan fisik.