Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga Kecamatan Kramat Jati melakukan perbaikan sementara terhadap kerusakan jalan ambles di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, pada Selasa (14/4/2026). Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya kecelakaan bagi pengendara yang melintas di area tikungan tersebut.
Kepala Satpel Bina Marga Kramat Jati, Dudy, mengonfirmasi bahwa penanganan tersebut telah dilaporkan ke tingkat Suku Dinas karena berkaitan dengan dampak pengerjaan infrastruktur sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Ya, jadi saya sudah laporan ke Sudin ya bahwa itu (kerusakan) akibat dampak dari sebelumnya utilitas. Artinya perbaikan yang saya lakukan itu sifatnya sementara," ucap Dudy, Kepala Satpel Bina Marga Kramat Jati.
Dudy memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab munculnya lubang yang dinilai membahayakan para pengguna jalan tersebut.
"Kalau saya telusuri itu kayaknya bekas galian utilitas. Kalau saya enggak TL (tindak lanjut) ataupun enggak perbaiki tadi, itu kan rawan tuh takut ada korban atau apa kan, kejeblos," ucap Dudy.
Penemuan rongga di bawah lapisan aspal menjadi dasar dugaan bahwa pengerjaan galian sebelumnya tidak ditutup dengan sempurna.
"Kalau saya melihat itu kerusakannya, saya sih baru tahu tadi itu, langsung saya TL. Tingkat keparahannya, kondisi berlubang di bawah aspal, itu artinya sudah lima puluh persenan sudah membahayakan," ucap Dudy.
Sebagai solusi jangka pendek, petugas di lapangan melakukan pemadatan struktur tanah di titik yang ambles sebelum melakukan penutupan permukaan.
"Kita kasih agregat, kita padatkan, baru dilapis aspal ulang pakai cold mix. Kalau cold mix itu kan sifatnya sementara sebetulnya kan, belum permanen," jelas Dudy.
Kondisi infrastruktur yang rusak ini sebelumnya sempat menjadi sorotan di media sosial setelah unggahan video memperlihatkan lubang cukup dalam di sisi kiri jalan. Titik kerusakan berada di jalur dari arah Kalibata menuju Jalan Dewi Sartika yang merupakan area titik buta bagi pengendara.
Sebelum dilakukan penanganan oleh Satpel Bina Marga, warga sempat memberikan tanda berupa cat putih di sekitar lubang. Petugas juga sempat memasang traffic cone untuk meminimalisir risiko pengendara terperosok saat melintasi tikungan tersebut pada Selasa pagi.