Sebanyak 57 bhikkhu lintas negara yang tergabung dalam misi spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 melanjutkan perjalanan menuju Magelang setelah menyelesaikan persinggahan di Kota Surabaya. Keberangkatan rombongan tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.
Perjalanan sejauh 666 kilometer ini mengusung misi membawa pesan perdamaian ke berbagai wilayah. Dilansir dari Media Indonesia, rombongan ini terdiri atas 42 orang asal Thailand, 4 orang dari Malaysia, 3 orang dari Laos, dan 8 orang perwakilan Indonesia.
Kepala Rombongan Bhikkhu, Bhante Phra Phanarin Oaksonthip, mengungkapkan rasa syukurnya karena telah mencapai wilayah Jawa Timur pada hari ketujuh perjalanan. Ia memberikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah daerah serta aparat keamanan setempat.
"Kami bahagia sekali karena selama perjalanan dari Bali hawanya panas tapi saat sampai di Surabaya rasanya adem (dingin) karena banyak pohonnya. Terima kasih atas penyambutannya yang hangat yang diberikan pemerintah, aparat dan masyarakat," ucap Bhante Phra Phanarin Oaksonthip, Kepala Rombongan Bhikkhu.
Bhante Phra Phanarin juga menyoroti keramahtamahan masyarakat Surabaya yang tetap terasa meskipun terdapat perbedaan bahasa dalam berkomunikasi. Sambutan positif tersebut dinilai menjadi pendukung semangat para peserta dalam menuntaskan rute jalan kaki yang menantang.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik kehadiran para pemuka agama Buddha tersebut di wilayahnya. Khofifah menekankan bahwa semangat yang dibawa rombongan selaras dengan identitas Jawa Timur sebagai pusat peradaban Majapahit yang menjunjung tinggi toleransi.
"Selamat datang di Jawa Timur, Bumi Majapahit, bumi yang mengenalkan Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kita berbeda-beda tetapi kita satu dalam mewujudkan harmoni antar manusia," kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menambahkan bahwa nilai-nilai kebahagiaan dan perdamaian yang disuarakan melalui aksi jalan kaki ini adalah kebutuhan krusial di tengah situasi global yang dinamis. Penegasan mengenai pentingnya harmoni terus diserukan dari kediaman resminya di Surabaya.
"Saya ingin mengajak kepada kita semua dari Grahadi ini kita terus menyuarakan perdamaian dan kebahagiaan, Bhante tadi menyampaikan berapa kali pentingnya kehidupan yang bahagia. Dan itulah yang kita butuhkan saat ini," imbuh Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Menurut Khofifah, aksi ini melampaui sekadar aktivitas fisik atau perpindahan lokasi geografis. Ia melihat Indonesia Walk for Peace sebagai media pengingat bagi masyarakat dunia mengenai esensi kemanusiaan tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
"Pesan ini adalah pesan universal, menurut saya ini sesuatu yang harus terus diingatkan lagi kepada dunia bahwa perdamaian itu sesuatu yang dibutuhkan oleh kehidupan umat manusia dari suku apapun, agama apapun, di daerah manapun mereka butuh kehidupan yang damai," kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.