Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayan meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memaksimalkan pemberdayaan pangan lokal guna menekan risiko lonjakan harga bahan baku. Instruksi ini disampaikan di Jakarta pada Jumat (24/4/2026) sebagai strategi menjaga stabilitas pasar selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penyusunan menu dalam program MBG akan menerapkan pendekatan fleksibel yang disesuaikan dengan potensi sumber daya serta selera masyarakat di tiap wilayah. Langkah ini diambil untuk memastikan beban konsumsi tidak bertumpu pada komoditas tertentu secara masif, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Karena kami ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi," kata Dadan Hindayan, Kepala Badan Gizi Nasional.
Dadan memberikan penegasan bahwa pihak BGN belum memberlakukan kebijakan penyeragaman menu secara nasional. Hal tersebut dilakukan demi memitigasi potensi kenaikan harga pasar yang dipicu oleh lonjakan permintaan bahan pangan secara serentak.
"Jadi kalau kami perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik," imbuh Dadan Hindayan.
BGN berkaca pada pengalaman distribusi makanan saat peringatan hari ulang tahun Presiden RI Prabowo Subianto pada 17 Oktober 2025. Saat itu, penyajian menu nasi goreng dan telur kepada 36 juta penerima manfaat berdampak langsung pada fluktuasi harga di pasar.
"Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp 3.000," ungkap Dadan Hindayan.
Dadan juga memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya terkait asumsi kebutuhan hingga 19.000 ekor sapi. Angka tersebut ditegaskan sebagai skenario perhitungan teknis jika seluruh unit memasak menu berbahan daging sapi secara bersamaan, bukan representasi kebutuhan riil harian.
"Ini hanya pengandaian. Jadi satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi," ujar Dadan Hindayan menjelaskan.
Secara teknis, satu unit SPPG diperkirakan membutuhkan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging jika memasak menu sapi dalam satu siklus. Jumlah tersebut setara dengan bobot daging dari satu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat di satu wilayah layanan.