Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan langkah antisipasi terhadap maraknya hoaks terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang digital pada Jumat (24/4/2026). Upaya ini bertujuan mencegah kesalahpahaman publik melalui strategi komunikasi resmi yang lebih terstruktur.
Penyebaran informasi tidak benar tersebut ditemukan di sejumlah daerah, sebagaimana dilansir dari Nasional. Penegasan mengenai kondisi lapangan ini disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, dalam kunjungan dinas di Sulawesi Utara.
"Kami melihat masih adanya informasi yang tidak sesuai fakta di lapangan," ujar Hida, dalam rangka kunjungan dinas BGN ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulut, dikutip dari siaran pers, Jumat (24/4/2026).
Hida menekankan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar informasi program sampai kepada masyarakat secara akurat. Penguatan kanal informasi dinilai mendesak untuk memastikan transparansi data yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Karena itu penguatan diseminasi informasi menjadi sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan," tutur dia.
Guna mendukung hal tersebut, BGN telah menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di tingkat pusat. Kerja sama ini mencakup peningkatan literasi masyarakat serta penyediaan bantuan hukum jika ditemukan kendala implementasi.
"Kami tidak hanya fokus pada pelaksanaan program, tetapi juga memastikan ekosistem informasinya sehat dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat," ucap dia.
Selain masalah informasi, BGN kini sedang memfokuskan perhatian pada penguatan Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah, termasuk di Sulawesi Utara. Langkah ini dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri guna mempercepat efektivitas kinerja di tingkat wilayah.
"Harapan kami, seluruh daerah dapat menjadi mitra aktif dalam mendukung sosialisasi Program MBG. Dengan komunikasi yang kuat dan satu pintu informasi, kita bisa meminimalkan disinformasi di masyarakat," imbuh dia.