Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa beras kembali menjadi komoditas utama yang memicu inflasi pada Mei 2026. Bahan pangan pokok ini memberikan kontribusi sebesar 0,02 persen terhadap inflasi di kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Pudji Ismartini selaku Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi secara menyeluruh. Tren peningkatan ini terpantau mulai dari tingkat penggilingan, pedagang grosir, hingga pasar eceran.
Rincian Kenaikan Harga Beras di Berbagai Tingkat
Di tingkat penggilingan, harga rata-rata beras kini mencapai Rp13.765 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.685 per kilogram.
Secara persentase, harga di penggilingan mengalami pertumbuhan sebesar 0,58 persen secara bulanan (mtm). Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kenaikannya mencapai 8,10 persen (yoy).
Berikut adalah detail kenaikan harga beras berdasarkan kualitas dan distribusinya:
- Beras Premium: Mengalami kenaikan harga sebesar 0,56 persen (mtm) atau melonjak hingga 12,81 persen dibandingkan tahun lalu.
- Beras Medium: Tercatat naik sebesar 0,79 persen secara bulanan atau meningkat 6,57 persen secara tahunan.
- Tingkat Grosir: Harga rata-rata berada di angka Rp14.574 per kg, mengalami inflasi bulanan sebesar 0,68 persen.
- Tingkat Eceran: Harga rata-rata menyentuh Rp15.358 per kg dengan tingkat inflasi bulanan sebesar 0,38 persen.
Data di atas merangkum pergerakan harga komoditas beras dari hulu hingga ke tangan konsumen akhir. Peningkatan harga di tingkat grosir dan eceran menunjukkan beban biaya yang harus ditanggung masyarakat semakin bertambah.
Gambaran Umum Inflasi Nasional Mei 2026
Pihak BPS menegaskan bahwa data harga yang dirilis merupakan rata-rata nasional yang mencakup berbagai kualitas beras di seluruh wilayah Indonesia. Pendataan ini dilakukan secara intensif sepanjang periode Mei 2026 untuk melihat dinamika pasar.
Kenaikan harga beras ini turut memengaruhi angka inflasi nasional secara agregat. Secara keseluruhan, inflasi Indonesia pada Mei 2026 menyentuh angka 0,28 persen secara bulanan.
Berikut adalah ringkasan indikator inflasi nasional yang dilaporkan oleh BPS:
| Indikator Inflasi | Capaian Mei 2026 |
|---|---|
| Inflasi Bulanan (mtm) | 0,28% |
| Inflasi Tahunan (yoy) | 3,08% |
| Andil Beras terhadap Inflasi | 0,02% |
Tabel tersebut menunjukkan posisi inflasi tahunan Indonesia yang kini berada di level 3,08 persen. Meskipun terkendali, kenaikan harga bahan pokok tetap menjadi perhatian utama pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
BPS akan terus memantau pergerakan harga komoditas pangan lainnya untuk memberikan gambaran ekonomi yang akurat. Hal ini penting sebagai bahan evaluasi kebijakan distribusi pangan di masa mendatang.