Sebanyak 35 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta dilaporkan meninggal dunia dalam kurun waktu hampir satu tahun terakhir akibat tekanan beban kerja yang tinggi. Pengumuman ini disampaikan Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, dalam rapat kerja bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta pada Kamis (23/4/2026).
Kematian puluhan personel tersebut dipicu oleh durasi jam kerja yang panjang serta minimnya fasilitas pendukung di lapangan bagi para petugas. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Megapolitan, kondisi kesehatan anggota menurun signifikan akibat tuntutan tugas yang tidak sebanding dengan ketersediaan sarana dan prasarana.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan memberikan penjelasan mendalam mengenai situasi yang dihadapi instansinya di hadapan para anggota dewan. Ia menegaskan bahwa faktor utama penyebab tingginya angka kematian ini bukan berasal dari manajemen kepemimpinan.
"Saya menjadi kasat Pol PP hampir setahun. Jadi sudah hampir anggota saya 35 orang meninggal dunia. Bukan karena kasatnya, Pak, tapi karena memang kondisionalnya yang beban kerja dan sana prasaranya yang luar biasa," ucap Satriadi Gunawan, Kepala Satpol PP DKI Jakarta.
Menurut Satriadi, rasio personel di tingkat kelurahan saat ini sangat terbatas, yakni hanya berkisar antara tujuh hingga sepuluh orang per wilayah. Keterbatasan jumlah anggota ini memaksa petugas yang ada untuk bekerja melampaui batas kewajaran operasional.
"Beban kerja tidak sebanding dengan jumlah personel. Ada anggota yang sampai kerja 36 jam," jelas Satriadi Gunawan.
Selain masalah durasi kerja, Satriadi menyoroti kurangnya ruang istirahat yang layak bagi personel yang harus berjaga selama 24 jam penuh. Kondisi ini membuat para petugas terpaksa mencari tempat seadanya untuk memulihkan tenaga di sela-sela tugas mereka.
"Saat ini masih numpang di musala, kadang-kadang di lorong," ujar Satriadi Gunawan.
Situasi lingkungan kerja yang buruk ini berdampak langsung pada kondisi fisik anggota, terutama terkait masalah kardiovaskular. Satriadi mengungkapkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya tren gangguan kesehatan yang serius di kalangan personel lapangan.
"Bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik besoknya untuk melakukan penertiban? Pasti tensinya kan tinggi-tinggi semua. Makanya kemarin kami melakukan cek, medical check-up, ternyata tensi darah, tensi tingginya luar biasa," ungkap Satriadi Gunawan.
Pihak Satpol PP berharap adanya dukungan dari DPRD DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan fasilitas kerja serta standarisasi jam kerja yang lebih mengedepankan aspek kemanusiaan.
"Kami berharap ada dukungan untuk fasilitas, terutama tempat istirahat, agar anggota bisa menjaga kesehatan dan bekerja lebih optimal," kata Satriadi Gunawan.