Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Cilicis) segera menurunkan alat berat ke Muara Ciherang, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Langkah tanggap darurat ini diambil untuk mengeruk sedimentasi lumpur parah yang memicu pendangkalan dan intrusi air laut ke lahan pertanian warga.
Keputusan tersebut disepakati setelah pihak balai sungai melakukan survei lapangan menyusuri aliran sungai sepanjang 6 kilometer bersama sekitar 150 petani dan nelayan setempat pada Selasa (19/5), dilansir dari Media Indonesia. Dari hasil verifikasi, kedalaman air di lokasi hanya tersisa 20 sentimeter akibat tertimbun endapan lumpur setebal 80 sentimeter.
Kepala BBWS Cilicis Ahmad Victor Samodra mengungkapkan bahwa kondisi di Muara Ciherang saat ini menjadi prioritas utama penanganan darurat pihak balai sungai.
ÔÇ£Sebagai penanganan sementara, dalam waktu dekat kami akan menurunkan alat berat untuk mengangkat sedimentasi guna mengatasi pendangkalan,ÔÇØ ujar Ahmad Victor Samodra, Kepala BBWS Cilicis.
Pengerukan ini merupakan solusi jangka pendek yang dilakukan sembari menunggu penyusunan rencana induk (grand design) penanganan menyeluruh. Penyusunan rencana tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 6 bulan, sedangkan program penanganan permanen ditargetkan mulai terealisasi penuh pada 2027 mendatang.
Rencana penanganan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat demi menyelamatkan sektor pertanian milik warga.
ÔÇ£Kami mendukung serta siap mengawal pihak BBWS Clilicis agar program Bendungan Muara Ciherang, dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya Desa Pantai Harapan Jaya,ÔÇØ ujar Mahir Nurmawan, Kepala Desa Pantai Harapan Jaya.
Apresiasi atas respons cepat pihak balai sungai juga disampaikan oleh perwakilan petani wilayah Bekasi utara, Jejen Zaenudin. Menurutnya, pengerukan darurat ini memberikan harapan baru bagi keberlangsungan hidup para petani dan nelayan di wilayah pesisir utara.