Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama United Nations Population Fund (UNFPA) tengah membahas peluang kolaborasi program pencegahan berbagai risiko sosial di lingkungan madrasah dan pesantren. Langkah ini dilakukan guna membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, serta terlindungi dari kekerasan dan pergaulan bebas.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan bahwa penjajakan kerja sama ini sangat penting agar santri dan remaja di lembaga pendidikan Islam mendapatkan pemahaman kesehatan yang tepat. Program tersebut akan diselaraskan dengan nilai agama dan budaya Indonesia, seperti dilansir dari Media Indonesia.
ÔÇ£Kami menganggap ini sangat penting karena bagian dari kesehatan reproduksi itu adalah mencegah dari kekerasan, bagaimana memasukkan nilai-nilai budaya setempat di dalam proses tersebut. Dan juga adalah mencegah seks bebas, membangun keluarga yang dalam bahasa agama adalah keluarga sakinah,ÔÇØ jelas Sodik dilansir dari keterangan resmi, Rabu (20/5).
Pihak Baznas menyambut positif tawaran kerja sama tersebut dan menilai program usulan UNFPA sejalan dengan fokus utama lembaga di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan masyarakat dhuafa. Pendidikan kesehatan reproduksi dinilai menjadi langkah preventif dalam menekan risiko kekerasan seksual dan berbagai persoalan sosial di kalangan remaja.
Sodik menambahkan, selain menyasar pendidikan remaja di pesantren dan madrasah, rencana kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di masyarakat kurang mampu. Baznas berkomitmen mendukung program tersebut melalui pendayagunaan dana zakat guna memastikan kelompok fakir miskin mendapatkan akses perlindungan kesehatan yang layak saat proses persalinan.
ÔÇ£Insyaallah ke depan kita akan adakan MoU melanjutkan yang sudah ada. Sekali lagi untuk mencegah kekerasan seksual, untuk mencegah seks bebas, untuk reproduksi, untuk membangun keluarga sakinah dan juga untuk mencegah darurat dalam kelahiran dan kematian,ÔÇØ ujarnya.
Sementara itu, Assistant Representative UNFPA, Verania Andria, menyambut baik inisiatif Baznas dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam memberikan edukasi kesehatan bagi generasi muda melalui lembaga pendidikan yang aman dan bebas dari diskriminasi maupun tindakan asusila.
ÔÇ£Kami dengan senang hati bekerja sama dengan Baznas untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi remaja yang tentu saja akan diterapkan sesuai dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai budaya Indonesia dan juga peraturan yang berlaku. Usaha bersama kita untuk mengurangi angka kematian ibu mudah-mudahan menjadi niat baik untuk masa depan Indonesia,ÔÇØ tutur Verania Andria.
Terkait kesehatan reproduksi, Kemendikdasmen juga telah memiliki kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyambut baik dukungan UNFPA dalam bidang kesehatan reproduksi pada 4 Januari 2025.