Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengamankan 321 warga negara asing dalam penggerebekan sindikat perjudian daring internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). Para pelaku tertangkap tangan sedang mengoperasikan situs web perjudian saat petugas melakukan penindakan di lokasi.
Dilansir dari Nasional, pihak kepolisian menyita sejumlah peralatan elektronik dan dokumen penting sebagai barang bukti kejahatan tersebut. Selain mengamankan para tersangka, penyidik juga mendeteksi keberadaan puluhan situs yang dikelola secara ilegal oleh kelompok ini.
ÔÇ£Dari pelaksanaan proses penindakan yang kami lakukan, kami telah mengamankan berbagai jenis barang bukti yaitu brankas, paspor, ponsel, laptop, PC komputer, dan uang tunai dari berbagai macam negara,ÔÇØ kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Brigjen Pol Wira Satya Triputra menambahkan bahwa tim penyidik menemukan sekitar 75 domain situs web yang digunakan sebagai sarana kegiatan ilegal tersebut. Situs-situs ini dirancang sedemikian rupa untuk menghindari deteksi serta pemblokiran dari otoritas terkait.
ÔÇ£(Domain) menggunakan kombinasi karakter tertentu dan variabel level perjudian guna menghindari pemblokiran,ÔÇØ jelas dia.
Data kepolisian menunjukkan mayoritas pelaku yang ditangkap berasal dari Vietnam sebanyak 228 orang dan China berjumlah 57 orang. Sisanya merupakan warga negara dari Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, serta Kamboja yang bertugas menjalankan operasional harian.
ÔÇ£Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online,ÔÇØ pungkas dia.
Operasi penggerebekan gedung di Jalan Hayam Wuruk ini melibatkan dukungan pengamanan dari personel Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap. Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan mengingat skala operasi yang menyasar jaringan lintas negara.
ÔÇ£Benar, personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan ke lokasi untuk memberikan dukungan pengamanan area. Hal ini dilakukan guna menjamin kelancaran rekan-rekan penyidik di lapangan dalam mengumpulkan barang bukti serta mengamankan para terduga pelaku,ÔÇØ ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Hingga saat ini, tim penyidik masih melakukan proses pendalaman dan pemeriksaan intensif terhadap ratusan individu yang terjaring dalam operasi tersebut guna mengungkap struktur jaringan lebih luas.