Intensitas hujan yang tinggi akibat dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 92S memicu bencana banjir di Kota Solo dan Kabupaten Bandung pada Selasa, 14 April 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut fenomena ini tetap memicu cuaca ekstrem meski pusat siklon mulai menjauhi wilayah Indonesia.
Kondisi cuaca di sebagian wilayah Jawa dan Sumatera bagian selatan masih dipengaruhi oleh keberadaan bibit siklon tersebut. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan peringatan terkait potensi kelanjutan cuaca buruk dalam beberapa hari mendatang.
"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Di Kota Solo, hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa malam pukul 21.42 WIB menyebabkan 1.083 kepala keluarga terdampak di 12 kelurahan hingga Rabu sore, 15 April 2026. Sebagaimana dilansir dari Nasional, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Tipes, Kedung Lumbu, dan Pajang yang juga mengalami musibah tanah longsor.
Warga yang terdampak di Solo dilaporkan mengungsi ke sejumlah fasilitas publik seperti balai warga, sekolah, dan masjid. Penanganan darurat telah dilakukan oleh BPBD setempat melalui pendirian dapur umum serta pendistribusian logistik berupa sembako dan matras bagi para pengungsi.
Bencana serupa melanda Kabupaten Bandung akibat jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah yang berdampak pada Kecamatan Bojongsoang dan Majalaya. Sebanyak 250 orang terdampak luapan air dengan ketinggian mencapai 150 centimeter di beberapa titik, meskipun wilayah Majalaya dilaporkan sudah mulai surut.
Saat ini, petugas gabungan bersama masyarakat di Kabupaten Bandung masih fokus melakukan pembersihan sisa lumpur dan asesmen kerusakan. Wilayah-wilayah tersebut kini ditetapkan dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi oleh pemerintah daerah setempat guna mempercepat proses penanganan di lapangan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BNPB memperluas peringatan kesiapsiagaan untuk wilayah lain. Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Lampung diminta mewaspadai risiko bencana susulan yang mungkin terjadi akibat faktor cuaca serupa.