Banjir Rendam Kawasan Strategis Kota Batam Akibat Drainase Buruk

Banjir Rendam Kawasan Strategis Kota Batam Akibat Drainase Buruk
Foto: Ilustrasi Banjir Rendam Kawasan Strategis Kota Batam Akibat Drainase Buruk.

Sejumlah wilayah strategis di Kota Batam dilanda banjir menyusul hujan deras berintensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir yang puncaknya terjadi pada Sabtu (16/5).

Luapan air ke jalan raya dan permukiman warga tersebut dipicu oleh buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung peningkatan drastis debit air, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

Berdasarkan laporan di lapangan, genangan air yang cukup dalam muncul di kawasan padat aktivitas seperti Jalan Duyung (Jodoh), Batam Centre, Jalan R. Suprapto (Batu Aji), Jalan Raja Isa, hingga Jalan Laksamana Bintan sehingga mengakibatkan kemacetan panjang serta membuat banyak sepeda motor mogok.

Kondisi ini memicu dampak di wilayah Batam Kota, Batu Aji, Sekupang, Lubuk Baja, dan Bengkong dengan suhu udara berkisar 26 hingga 30 derajat Celsius serta kelembapan mencapai 95 persen.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memprediksi cuaca ekstrem ini akan bertahan hingga akhir pekan.

"Curah hujan saat ini cukup tinggi, terutama pada siang hingga malam hari. Kami mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir dan angin kencang tiba-tiba," ujar Rahmat Hidayat, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam pada Sabtu (16/5).

Situasi banjir tersebut memicu keluhan dari masyarakat, terutama mereka yang menetap di kawasan pesisir akibat kombinasi hujan lebat dan fenomena air laut pasang.

"Drainase di sini sering meluap, tidak sanggup lagi menampung air," keluh Andi Saputra (42), warga Tanjung Uma.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lain yang mendesak pemerintah daerah beserta otoritas terkait untuk segera mengambil langkah konkret berupa normalisasi dan pembersihan saluran air dari sumbatan sampah maupun sedimen.

ÔÇ£Hampir setiap hujan deras pasti banjir. Kami berharap saluran air dibersihkan dan diperbesar supaya air cepat surut,ÔÇØ tegas Ailen (38), warga Batu Ampar.

Masyarakat kini diimbau untuk tetap waspada ketika beraktivitas di luar ruangan karena potensi hujan yang disertai petir masih sangat tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi