Banjir Rendam 4 Desa di Bolaang Mongondow, 601 Jiwa Terdampak Kondisi Terbaru 2026

Banjir Rendam 4 Desa di Bolaang Mongondow, 601 Jiwa Terdampak Kondisi Terbaru 2026
Foto: Banjir Rendam 4 Desa di Bolaang Mongondow, 601 Jiwa Terdampak Kondisi Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

Banjir bandang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, setelah kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan empat desa terendam akibat luapan air sungai yang masuk ke permukiman warga.

Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 181 kepala keluarga atau sekitar 601 jiwa merasakan dampak langsung dari bencana ini. Banjir mulai menggenangi rumah penduduk sejak Rabu, 27 Mei, dan terus dipantau perkembangannya oleh pihak terkait.

Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengungkapkan bahwa terdapat 134 unit rumah yang terdampak luapan air. Pernyataan resmi ini disampaikan pada Sabtu, 30 Mei, merujuk pada hasil pendataan lapangan yang dilakukan tim penyelamat.

Penyebab dan Dampak Kerusakan Banjir

Bencana ini dipicu oleh hujan lebat yang menyebabkan Sungai Botuk tidak mampu lagi menampung debit air. Luapan sungai tersebut membawa material sisa berupa lumpur, potongan kayu, hingga sampah ke pemukiman penduduk.

Ketinggian air di lokasi kejadian dilaporkan cukup mengkhawatirkan, yakni mencapai kisaran 1 hingga 1,5 meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur bangunan.

Daftar desa yang terdampak banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow:

  • Desa Solimandungan I
  • Desa Solimandungan II
  • Desa Solimandungan Baru
  • Desa Komangaan

Keempat desa di atas mengalami tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari genangan air hingga kerusakan struktur bangunan akibat hantaman material banjir. Desa Solimandungan II tercatat sebagai wilayah yang mengalami dampak paling signifikan dibandingkan desa lainnya.

Rincian Data Kerusakan Bangunan

Di Desa Solimandungan II saja, terdapat 103 rumah dengan total 460 jiwa yang terdampak luapan banjir. Selain hunian, satu unit warung milik warga juga dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup berat.

Berikut adalah rincian tingkat kerusakan rumah warga di Desa Solimandungan II:

Kategori Kerusakan Jumlah Bangunan
Rusak Berat 2 Rumah
Rusak Sedang 2 Rumah
Rusak Ringan 8 Rumah

Data tersebut menunjukkan skala kerusakan fisik yang harus segera ditangani oleh pemerintah daerah. Sementara itu, di desa lain seperti Solimandungan I, tercatat 19 rumah terdampak yang dihuni oleh puluhan jiwa termasuk kelompok rentan.

Kelompok rentan yang menjadi perhatian di Desa Solimandungan I meliputi 11 anak balita dan 6 orang lanjut usia. Di sisi lain, Desa Komangaan mencatat 11 rumah terdampak, sedangkan Desa Solimandungan Baru hanya melaporkan satu rumah yang terendam.

Penanganan dan Fasilitas Publik

Bencana ini tidak hanya menyasar hunian warga, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas umum yang penting bagi masyarakat. Sarana pendidikan dan tempat ibadah di wilayah terdampak dilaporkan mengalami kerusakan akibat rendaman air dan lumpur.

Saat ini, upaya pembersihan terus dilakukan secara gotong royong oleh pemerintah daerah bersama personel TNI dan Polri. Tim BPBD bersama warga setempat fokus menyingkirkan material lumpur dan tumpukan kayu yang menyumbat akses serta masuk ke dalam bangunan.

Proses pemulihan diharapkan dapat berjalan cepat agar aktivitas sosial dan ekonomi warga bisa kembali normal. Pihak berwenang juga terus bersiaga mengantisipasi potensi hujan susulan yang dapat memicu banjir kembali.

Artikel terkait

Rekomendasi