Bandara Internasional Kuwait Buka Kembali Operasional Penerbangan

Bandara Internasional Kuwait Buka Kembali Operasional Penerbangan
Foto: Ilustrasi Bandara Internasional Kuwait Buka Kembali Operasional Penerbangan.

Otoritas penerbangan sipil mulai membuka kembali ruang udara di Bandara Internasional Kuwait pada Kamis (23/4/2026) setelah penghentian operasional selama hampir dua bulan. Langkah ini diambil guna memulihkan aktivitas penerbangan yang sempat dibatasi sejak akhir Februari lalu.

Dilansir dari Detik Travel, pengaktifan kembali jalur udara ini dilakukan untuk menindaklanjuti penghentian operasional sejak 28 Februari 2026 sebagai upaya antisipatif terhadap situasi keamanan kawasan. Penerbangan dijadwalkan kembali berlangsung melalui skema pembukaan secara bertahap.

Proses pemulihan tahap awal difokuskan pada Terminal 4 dan Terminal 5 untuk melayani rute-rute tertentu mulai Minggu (26/4/2026). Pihak berwenang menyatakan bahwa perluasan rute akan dilakukan secara berkelanjutan setelah melalui proses evaluasi berkala terhadap hasil operasional terbatas tersebut.

Ketua Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait, Sheikh Hamoud Mubarak Al Sabah, menjelaskan bahwa keputusan pembukaan bandara telah dikoordinasikan bersama instansi keamanan domestik dan lembaga internasional. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai regulasi global.

"Operasional kembali dilakukan dengan standar keselamatan dan keamanan tertinggi," ujarnya Sheikh Hamoud Mubarak Al Sabah, Ketua Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait.

Pemerintah juga mengonfirmasi bahwa seluruh penilaian kerusakan infrastruktur telah rampung dikerjakan pasca-insiden yang melibatkan serangan dari pihak luar. Serangkaian pemeliharaan intensif telah dilakukan untuk menjamin kesiapan seluruh fasilitas bandara sebelum menyambut maskapai kembali.

"Ia menambahkan pembukaan ini juga merupakan bagian dari rencana pemulihan yang disusun secara bertahap, dengan target operasional penuh dalam waktu mendatang," kata Sheikh Hamoud Mubarak Al Sabah.

Dalam masa krisis tersebut, pemerintah Kuwait mendapatkan dukungan logistik dari negara tetangga untuk menjaga konektivitas udara. Koordinasi di tingkat kawasan Teluk berperan penting dalam mempercepat proses perbaikan dan pembukaan kembali gerbang udara utama negara tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi