Aktivitas penerbangan komersial di Bandara Imam Khomeini, Teheran, kembali normal dengan keberangkatan penumpang internasional. Fasilitas transportasi udara utama di Iran ini mulai beroperasi kembali setelah sempat terhenti selama hampir dua bulan.
Dilansir dari Kompas, penghentian operasional bandara tersebut berlangsung selama 56 hari. Penutupan ini merupakan imbas dari situasi keamanan dan ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi wilayah tersebut.
Sebagai gerbang internasional terpenting bagi Iran, pembukaan kembali Bandara Imam Khomeini menjadi momentum krusial bagi mobilitas udara negara tersebut. Pada Sabtu lalu, pihak otoritas bandara secara resmi mengaktifkan kembali sejumlah rute perjalanan luar negeri.
Otoritas bandara telah membuka enam jadwal penerbangan pada tahap awal pengoperasian kembali ini. Destinasi yang dilayani mencakup kota-kota strategis di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.
Beberapa rute yang sudah mulai melayani penumpang antara lain menuju Istanbul di Turki dan Muscat di Oman. Selain itu, terdapat pula layanan penerbangan ke Madinah, Arab Saudi, yang diprioritaskan bagi para jemaah haji.
Pihak pengelola memastikan bahwa seluruh sarana pendukung telah siap untuk melayani kebutuhan penumpang. Otoritas Bandara Imam Khomeini menegaskan kesiapan infrastruktur bandara dalam mendukung kelancaran arus keberangkatan dan kedatangan.
Respon Positif Penumpang
Beroperasinya kembali bandara ini membawa angin segar bagi para pengguna jasa transportasi udara. Banyak penumpang menyatakan rasa lega karena mereka bisa melanjutkan perjalanan yang sebelumnya sempat tertunda cukup lama.
Kembalinya jadwal penerbangan komersial ini sangat membantu masyarakat dalam menuntaskan berbagai urusan pekerjaan dan rencana pribadi. Hal ini diharapkan dapat memulihkan kembali konektivitas internasional Iran melalui jalur udara di Teheran.