Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI resmi menjalin kerja sama dengan New Media Forum sebagai mitra strategis untuk memperluas penyebaran informasi pemerintah kepada publik pada Rabu (6/5/2026). Kemitraan ini melibatkan puluhan platform media sosial populer guna meningkatkan tata kelola konten pada entitas media yang beroperasi tanpa situs web mandiri.
Sebagaimana dilansir dari Suara, langkah kolaboratif yang diumumkan di Jakarta ini merangkul berbagai platform digital dengan basis massa besar di Indonesia. Fokus utama dari kerja sama ini adalah merangkul pelaku industri kreatif digital yang sebelumnya dikenal dengan sebutan homeless media atau media tanpa rumah.
Kepala Bakom RI, M Qodari, menyatakan bahwa jaringan dalam wadah ini berkomitmen untuk melakukan transformasi dan memperbaiki kualitas manajemen konten mereka. Transformasi ini menjadi bagian penting dalam ekosistem informasi digital nasional saat ini.
"New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari, Kepala Bakom RI.
Platform yang terlibat dalam kemitraan ini mencakup beragam nama besar seperti Folkative, Indozone, Dagelan, USS Feed, hingga Narasi. Selain itu, terdapat pula akun informasi khusus seperti Ngomongin Uang, Big Alpha, Pandemic Talks, dan puluhan media berbasis media sosial lainnya yang memiliki jangkauan distribusi pesan sangat cepat.
Fenomena homeless media merujuk pada penerbit informasi yang sepenuhnya bergantung pada ekosistem pihak ketiga seperti Instagram, TikTok, X, dan YouTube. Model ini tidak mengandalkan infrastruktur mandiri berupa situs web atau aplikasi seluler, sehingga operasionalnya jauh lebih efisien dibandingkan media konvensional.
Pertumbuhan entitas ini melonjak tajam sejak 2021, terutama karena pergeseran perilaku Generasi Z. Berdasarkan data riset, sekitar 73% Gen Z di Indonesia lebih memilih mencari berita harian melalui media sosial daripada mengakses gerbang media arus utama.
Kajian dari Remotivi menunjukkan bahwa kecepatan penyebaran informasi secara instan dan narasi yang dikemas secara kasual menjadi faktor pemicu suburnya ekosistem ini. Namun, model media tanpa rumah tetap menghadapi tantangan besar terkait validasi dan verifikasi data yang sering terabaikan dibandingkan standar regulasi pers pada umumnya.