Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI berkolaborasi dengan 40 entitas Homeless Media melalui ajang New Media Forum di Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026. Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penyebaran informasi program pemerintah kepada audiens muda yang aktif di platform media sosial.
Istilah Homeless Media merujuk pada penyedia informasi yang tidak memiliki situs web mandiri dan sepenuhnya mengandalkan platform seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube. Dilansir dari Suara, inisiatif ini bertujuan mendorong profesionalisme pengelola konten digital dalam menyampaikan narasi publik secara luas.
Pemerintah menilai model media ini memiliki keunggulan pada kecepatan distribusi informasi dan biaya operasional yang efisien. Karakter konten yang visual dan ringkas dianggap sangat efektif dalam menjangkau Gen Z yang jarang mengakses kanal berita konvensional.
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, memimpin langsung pertemuan yang melibatkan puluhan pengelola akun media sosial populer tersebut. Langkah strategis ini diharapkan memberikan legitimasi bagi para pelaku media baru sekaligus memastikan akurasi data yang mereka terima langsung dari sumber resmi pemerintah.
Bakom RI memproyeksikan transformasi Homeless Media menjadi entitas media baru yang tetap memegang teguh standar pers. Meski memiliki tantangan pada aspek etika jurnalistik, keterlibatan puluhan media ini menjadi jembatan krusial dalam menghadapi dinamika informasi di era digital.
"media tanpa rumah" kata Suara mengenai istilah populer bagi entitas yang tidak memiliki platform independen tersebut.
Pertemuan di Jakarta Pusat ini juga menyoroti potensi monetisasi bagi pengelola konten melalui kolaborasi merek dan sponsor. Program kemitraan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengadaptasi evolusi jurnalisme yang terus berkembang di platform media sosial.