Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan inklusivitas partainya yang menghargai keberagaman suku dan agama dalam acara Paskah Nasional di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam. Kedewasaan berpolitik Golkar dinilai menjadi faktor utama yang membuka ruang bagi kader dari berbagai daerah untuk menduduki posisi kepemimpinan.
Keterbukaan ini disebut sebagai identitas partai yang konsisten merangkul semua golongan tanpa memandang latar belakang primordial. Dilansir dari Nasional, Bahlil mencontohkan perjalanan karier politiknya sebagai representasi nyata dari sistem kaderisasi yang tidak diskriminatif.
"Jadi tempat untuk teman-teman dalam rangka memperjuangkan aspirasi dengan tidak memilih suku, agama, salah satu di antaranya adalah Partai Golkar. Dan Partai Golkar adalah partai yang dewasa. Saya dari Papua. Saya dari Papua, datang merantau ke Jakarta. Kalau Partai Golkar tidak dewasa dalam berpolitik, bagaimana mungkin saya diberikan ruang untuk memimpin partai ini?" ujar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar.
Eks Menteri Investasi tersebut kemudian mengajak generasi muda untuk aktif berkontribusi melalui jalur politik. Ia menawarkan Golkar sebagai wadah bagi mereka yang memiliki visi memperjuangkan kepentingan rakyat namun belum memiliki naungan organisasi.
"Makanya di dalam alat-alat kelengkapan dewan, ada Kristen, ada Islam, ada yang Ketua Komisi XII, Bambang Patijaya agamanya apa? ada Buddha," jelasnya.
Sejarah pendirian organisasi juga menjadi sorotan Bahlil guna memperkuat bukti akar keberagaman partai. Ia merujuk pada pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) pada dekade 1960-an yang melibatkan puluhan organisasi dari berbagai latar belakang.
ÔÇ£Partai Golkar dilahirkan pada bulan Oktober tahun ÔÇÖ64. Sebelum Partai Golkar hadir, itu namanya ada Sekber, Sekretariat Bersama. Ada 97 organisasi yang melahirkan Sekber, dan salah satu organisasi yang melahirkan Sekber dari 97 organisasi itu adalah Pemuda Intelijen Kristen Indonesia,ÔÇØ papar Bahlil Lahadalia.
Menurutnya, prinsip dasar organisasi tetap terjaga sejak awal berdiri untuk memastikan setiap anggota memiliki hak yang setara. Hal ini berkaitan dengan semangat pengabdian yang diusung oleh partai dalam kehidupan berbangsa.
ÔÇ£Di Golkar tidak pernah membedakan di mana kau, dari mana kau berasal, suku apa, agama apa. Karena Golkar lahir untuk hadir dalam rangka memberikan karya nyata, seperti kasih menembus perbedaan,ÔÇØ imbuhnya.