Bahlil Lahadalia Ancam Cabut Izin Kontraktor Migas Tidak Produktif

Bahlil Lahadalia Ancam Cabut Izin Kontraktor Migas Tidak Produktif
Foto: Ilustrasi Bahlil Lahadalia Ancam Cabut Izin Kontraktor Migas Tidak Produktif.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan strategi agresif untuk meningkatkan produksi minyak nasional atau lifting yang terus merosot pada Sabtu (2/5/2026). Langkah tersebut mencakup pemberian insentif fiskal serta ancaman pencabutan konsesi terhadap kontraktor yang dinilai lambat mengeksekusi wilayah kerja.

Kombinasi pendekatan tegas dan dukungan bagi pelaku usaha ini diambil guna menekan angka impor energi yang membengkak akibat konsumsi domestik yang kian tinggi. Dilansir dari Money, pemerintah mengidentifikasi puluhan ribu sumur yang saat ini dikuasai oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) namun produksinya belum optimal.

"Kenapa lifting kita enggak pernah naik? Intuisi sebagai mantan pengusaha, selalu melihat di setiap ada masalah, di situ ada peluang. Maka kemudian saya cek, ternyata sumur-sumur kita di luar sumur rakyat, itu ada 39.600 sumur yang dikuasai oleh KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama)" ujar Bahlil, Menteri ESDM.

Permasalahan utama yang ditemukan meliputi dominasi 80 persen sumur tua peninggalan masa kolonial serta ratusan wilayah kerja yang belum beroperasi meskipun sudah memiliki rencana pengembangan. Pemerintah mencatat setidaknya terdapat 300 lebih lokasi yang mengalami kendala eksekusi lapangan hingga saat ini.

"Sumur-sumur kita 80 persen itu sumur tua, sebagian kita ini belum lahir. Ada yang sumur-sumur warisan dari zaman Belanda, ini kira-kira ceritanya yang sudah berjalan 90 tahun, 100 tahun lalu. Kedua, ternyata ada sekitar 300 lebih wilayah kerja yang sudah selesai POD, tapi tidak ada eksekusi-eksekusi" tegas Bahlil, Menteri ESDM.

Sebagai solusi teknis, Kementerian ESDM mendorong penggunaan teknologi intervensi seperti enhanced oil recovery (EOR). Untuk menjaga nilai ekonomi proyek yang membutuhkan investasi besar, pemerintah menawarkan skema internal rate of return (IRR) yang fleksibel mulai dari angka 13 hingga 17 persen bagi proyek ekspansi.

Selain dukungan fiskal, ketegasan diperlihatkan dengan memberikan peringatan keras pada proyek yang mangkrak selama puluhan tahun, seperti Blok Abadi Masela. Pemerintah menekankan pentingnya keberanian dalam pengambilan keputusan agar kekayaan alam tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan formal.

"Harus kita berani dan tega untuk membuat keputusan yang win-win, yang saling menguntungkan" ujar Bahlil, Menteri ESDM.

Menteri ESDM juga menyampaikan bahwa gaya kepemimpinan yang berorientasi pada hasil telah dikoordinasikan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah memastikan setiap jengkal wilayah kerja memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi negara.

"Lapor sama Pak Presiden (Prabowo Subianto), saya bilang Pak, ini harus pakai cara-cara Papua" tegas Bahlil, Menteri ESDM.

Guna memperkuat cadangan masa depan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan proses lelang untuk lebih dari 120 wilayah kerja migas baru. Upaya percepatan eksplorasi ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri secara bertahap.

Artikel terkait

Rekomendasi