IPB Ingatkan Bahaya Sapu Kotoran Tikus Kering Terkait Hantavirus

IPB Ingatkan Bahaya Sapu Kotoran Tikus Kering Terkait Hantavirus
Foto: Ilustrasi IPB Ingatkan Bahaya Sapu Kotoran Tikus Kering Terkait Hantavirus.

Masyarakat diingatkan untuk tidak langsung menyapu kotoran tikus guna mencegah penularan Hantavirus. Langkah pencegahan ini krusial karena partikel virus dari kotoran kering yang tersapu berisiko beterbangan dan terhirup oleh manusia hingga memicu gangguan paru-paru serius.

Dilansir dari Media Indonesia, Kepala Laboratorium Entomologi Kesehatan IPB University, Upik Kesumawati, menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang sudah ditemukan di Indonesia sejak tahun 1980-an. Infeksi ini bersumber dari urine, feses, serta air liur tikus yang terinfeksi.

Penularan utama ke manusia terjadi saat menghirup debu yang terkontaminasi atau melalui kontak langsung dengan kotoran tikus tersebut.

"Jangan langsung menyapu atau menyedot debu sarang dan kotoran tikus yang kering karena partikel virus dapat beterbangan dan terhirup. Basahi terlebih dahulu area tersebut menggunakan larutan disinfektan," ujar Upik, Selasa (19/5).

Penyakit Hantavirus diketahui memicu dua sindrom utama yang mematikan bagi penderitanya. Pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan dengan tingkat kematian mencapai 40%.

Sindrom kedua berupa Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang mengganggu fungsi ginjal. Tingkat kematian akibat sindrom HFRS ini berkisar antara 5 hingga 15%.

Gejala awal infeksi virus ini meliputi demam, nyeri otot pada paha, punggung, dan bahu, serta badan lemas yang disertai sakit kepala. Memasuki fase lanjut sekitar 4 hingga 10 hari, penderita akan mengalami sesak napas akut akibat penumpukan cairan di paru-paru.

Masyarakat diminta rutin menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus sebagai langkah pencegahan. Penggunaan sabun saat mencuci tangan setelah beraktivitas di area berisiko juga sangat dianjurkan.

"Virus ini memang sudah lama ada dan penyebab utamanya adalah tikus. Tetapi kami mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir berlebihan," tutur Upik.

1. Gunakan masker dan sarung tangan.

2. Semprot kotoran atau sarang tikus dengan disinfektan hingga basah kuyup.

3. Diamkan selama 5 menit sebelum dibersihkan dengan tisu atau kain pel.

4. Buat kotoran ke dalam kantong plastik tertutup.

5. Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir.

Artikel terkait

Rekomendasi