Badai Musim Dingin Ekstrem Lumpuhkan 13.000 Penerbangan di Amerika Serikat

Badai Musim Dingin Ekstrem Lumpuhkan 13.000 Penerbangan di Amerika Serikat
Foto: Ilustrasi Badai Musim Dingin Ekstrem Lumpuhkan 13.000 Penerbangan di Amerika Serikat.

Gelombang badai musim dingin ekstrem yang melanda Amerika Serikat (AS) memicu gangguan masif pada sektor transportasi udara. Lebih dari 13.000 jadwal penerbangan domestik terpaksa dibatalkan sepanjang akhir pekan ini akibat cuaca buruk.

Kondisi alam yang ekstrem berupa salju lebat, hujan es, hingga suhu dingin yang menusuk tulang dilaporkan meluas dari wilayah selatan sampai ke pesisir timur. Dilansir dari Investortrust, gangguan ini berdampak signifikan pada ratusan ribu calon penumpang.

Data dari pelacak penerbangan FlightAware menunjukkan lebih dari 4.000 pembatalan terjadi pada Sabtu (24/1/2026). Bandara Internasional Dallas Fort Worth di Texas menjadi titik terdampak paling parah dengan hampir 1.500 pembatalan jadwal.

Masih di wilayah yang sama, Bandara Dallas Love Field juga mengalami kendala serupa dengan pembatalan sekitar 190 penerbangan. American Airlines yang berbasis di Fort Worth membatalkan 1.056 penerbangan, atau setara sepertiga dari total jadwal utamanya.

Krisis ini juga dirasakan oleh Southwest Airlines yang harus membatalkan 579 penerbangan pada hari yang sama. Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 20% dari seluruh jadwal harian maskapai tersebut.

Situasi diprediksi semakin memburuk pada Minggu (25/1/2026) saat badai bergerak menuju wilayah Mid-Atlantic dan Timur Laut AS. Angka pembatalan melonjak hingga hampir 9.100 penerbangan di seluruh negeri.

Hampir seluruh jadwal penerbangan dari Bandara Raleigh-Durham di North Carolina hingga Portland, Maine, telah dibatalkan sejak Sabtu sore. Bandara-bandara utama di wilayah timur mengalami kelumpuhan yang hampir total.

Dikutip dari CNBC, Bandara LaGuardia di New York mencatat pembatalan hingga 90% dari total jadwal hari Minggu. Sementara itu, Bandara Nasional Ronald Reagan Washington mencatatkan tingkat pembatalan tertinggi mencapai 96%.

Dua gerbang internasional utama, Bandara Newark Liberty di New Jersey dan Bandara John F. Kennedy di New York, juga tidak luput dari dampak. Lebih dari 70% operasional penerbangan di kedua bandara tersebut resmi dihentikan sementara.

Langkah pembatalan lebih awal biasanya diambil pihak maskapai guna menghindari penumpukan awak dan pesawat di lokasi yang terdampak. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan operasional setelah cuaca membaik.

Kebijakan Relaksasi Maskapai

Menghadapi situasi darurat ini, sejumlah maskapai besar seperti Delta Air Lines, JetBlue Airways, United Airlines, American Airlines, dan Southwest Airlines merilis kebijakan khusus. Mereka membebaskan biaya perubahan serta pembatalan tiket bagi penumpang.

Kebijakan ini berlaku di lebih dari 40 bandara yang tersebar dari New Mexico hingga New York. Bahkan, aturan ini juga mencakup tiket kategori basic economy yang biasanya memiliki regulasi sangat ketat dan tidak dapat diubah.

Pihak American Airlines menyatakan telah memobilisasi staf tambahan dan mengatur ulang posisi pesawat di bandara-bandara strategis. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional yang cepat dan aman pasca badai berlalu.

Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service) memberikan peringatan bahwa fenomena ini berpotensi memengaruhi ratusan juta penduduk. Salju lebat dan hujan beku diperkirakan masih akan berlanjut dari Southern Rockies hingga New England sampai awal pekan depan.

Artikel terkait

Rekomendasi