Aksi dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali memicu keprihatinan publik. Kali ini, seorang ayah di Lampung dilaporkan telah melakukan tindakan asusila terhadap putri kandungnya sendiri yang baru menginjak usia sepuluh tahun.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat kondisi rumah dalam keadaan sepi. Dilansir dari Suara, pelaku melancarkan aksinya dengan memanfaatkan situasi ketika ibu kandung korban tidak berada di rumah karena sedang merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah.
Kasus ini mencuat ke permukaan setelah sebuah rekaman video yang memperlihatkan pengakuan korban beredar luas di platform media sosial. Dalam video tersebut, korban menceritakan rentetan kejadian yang dialaminya dengan nada suara yang telah disamarkan.
Bocah perempuan tersebut mengungkapkan bahwa ayahnya sering memaksa dirinya untuk masuk ke dalam kamar saat mereka hanya berdua di rumah. Permintaan tersebut mulai terjadi sejak sang ibu berangkat ke ibu kota.
"Pas mama mau berangkat ke Jakarta, ayah itu suruh adek ke kamar. Suruh masuk, terus ayah ngomong disuruh ke kamar," kata korban sambil terisak dalam video unggahan akun @infonesiaku.id pada Jumat, 15 Mei 2026.
Di dalam kamar, korban dipaksa untuk menuruti keinginan tidak senonoh dari ayahnya. Meskipun sempat mencoba melakukan penolakan karena merasa takut, pelaku tetap memaksa korban dengan berbagai cara.
"Pas masuk itu, ayah nyuruh buat membuka celananya. Habis itu ayah nyuruh buat megang kelaminnya, 'lakukan kayak begini'," ucap korban dengan nada polos.
Berdasarkan pengakuan korban, tindakan menyimpang tersebut sudah dilakukan oleh sang ayah sebanyak lima kali. Seluruh aksi bejat itu dilakukan di lingkungan rumah mereka saat tidak ada orang lain yang mengawasi.
"Tadinya adek enggak mau. Aku takut kayak gitu lagi. Melakukannya lima kali. Melakukannya di rumah, kita cuma berdua," katanya menyambung.
Langkah Hukum dan Perlindungan Korban
Setelah keberanian korban untuk menceritakan kejadian tersebut kepada ibu kandungnya, pihak keluarga segera mengambil tindakan tegas. Kasus ini telah secara resmi dilaporkan kepada aparat penegak hukum setempat.
Laporan tersebut dibuat dengan tujuan agar korban mendapatkan perlindungan yang memadai serta pemulihan trauma. Di sisi lain, keluarga menuntut agar pelaku segera diproses secara hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Unggahan mengenai kasus ini memancing gelombang kemarahan dari warganet yang mengecam keras tindakan pelaku. Masyarakat serta pihak keluarga kini menunggu tindak lanjut dari pihak berwajib guna memastikan keadilan bagi bocah malang tersebut.