Aubrey Hasley Alami Stroke Usia 22 Tahun Akibat Kelainan Jantung

Aubrey Hasley Alami Stroke Usia 22 Tahun Akibat Kelainan Jantung
Foto: Ilustrasi Aubrey Hasley Alami Stroke Usia 22 Tahun Akibat Kelainan Jantung.

Seorang wanita muda bernama Aubrey Hasley dilaporkan mengalami stroke pada usia 22 tahun setelah sempat mengabaikan gejala awal berupa telinga berdenging keras, seperti dilansir dari Detik Health.

Peristiwa yang awalnya dikira sebagai migrain biasa tersebut berkembang cepat menjadi sakit kepala hebat hingga kelumpuhan parsial, sebelum akhirnya korban dilarikan ke rumah sakit.

Gejala awal berupa gangguan pendengaran mendadak dirasakan sangat mengganggu oleh korban saat beraktivitas di dalam rumah.

"Sulit untuk mengabaikannya. Itu membuatku takut selama beberapa detik," kata Hasley.

Bunyi berdenging di dalam telinga tersebut digambarkan memiliki resonansi suara yang sangat tinggi mirip dengan gangguan pada pengeras suara.

"Aku menggambarkannya seperti ketika mikrofon terlalu dekat dengan pembicara dan menimbulkan suara getaran," tambah Hasley.

Kondisi korban terus memburuk dengan munculnya rasa pusing yang parah serta sensasi berputar di sekelilingnya.

"Saya merasa sangat pusing, sakit kepala saya semakin parah," kata Hasley. "Ruangan terasa berputar."

Sebagai pekerja paruh waktu di rumah sakit, korban sebenarnya menyadari tanda-tanda klinis tersebut namun enggan mencari bantuan medis segera.

"Saya tidak menyadari bahwa hal itu bisa terjadi pada orang muda dan saya tidak ingin bersikap dramatis," kata Hasley.

Dampak serangan stroke tersebut kemudian memanifestasikan gejala fisik yang lebih berat seperti wajah terkulai, bicara cadel, kesulitan berjalan, hingga gangguan penglihatan ganda.

"Saya memejamkan mata hampir sepanjang hari karena jika saya membukanya, saya langsung merasa mual," kata Hasley.

Ibu korban segera membawa Hasley ke Endeavor Health Northwest Community Hospital guna mendapatkan penanganan darurat dari tim medis.

"Mereka menyuruh saya membaca dan melakukan berbagai hal dengan tangan dan kaki saya, yang saat itu tidak bisa saya lakukan," kata Hasley. "Dan itulah yang mereka katakan kepada saya bahwa itu adalah stroke."

Intervensi medis segera dilakukan melalui prosedur operasi trombektomi oleh Kepala Layanan Neuroendovaskular untuk mengangkat sumbatan darah di otak pasien.

"Saya hanya ingat merasa sangat kelelahan dan penglihatan saya masih sedikit kabur keesokan harinya, tetapi pemulihan secara keseluruhan cukup cepat," kata Hasley. "Saya berada di rumah sakit selama empat hari."

Pihak medis menyatakan bahwa kombinasi faktor kelainan struktur jantung bawaan berupa Patent Foramen Ovale (PFO) dan konsumsi pil kontrasepsi hormonal menjadi pemicu utama terjadinya stroke di usia muda ini.

Artikel terkait

Rekomendasi