Pemerintah akan memberlakukan regulasi baru mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini mewajibkan para eksportir untuk menempatkan seluruh dana DHE SDA mereka di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) selama satu tahun penuh.
Ketentuan penempatan dana terpusat ini berbeda dengan regulasi sebelumnya yang membebaskan eksportir memilih bank domestik mana saja. Selain wajib disimpan selama setahun, kebijakan teranyar ini membatasi konversi devisa ke mata uang rupiah oleh eksportir dengan jumlah maksimal 50 persen.
Langkah strategis tersebut diambil untuk memperkokoh ketahanan eksternal, meningkatkan pasokan valuta asing (valas) di pasar domestik, serta menjaga kecukupan likuiditas valas di dalam negeri. Efek berganda dari aturan ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan memicu pertumbuhan ekonomi nasional.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi kebijakan yang diinisiasi oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tersebut. BNI menilai kebijakan retensi 100 persen DHE SDA ini akan memperkuat peran Himbara sebagai agen pembangunan.
Seperti dikutip dari Investortrust, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa BNI siap memaksimalkan nilai tambah dari pengelolaan dana DHE SDA tersebut dengan memanfaatkan pengalaman luas dan jaringan internasional yang solid.
"BNI juga menyiapkan relationship manager khusus serta penguatan solusi keuangan digital melalui BNIdirect fitur DHE SDA untuk mendukung proses, monitoring, reporting ke pemerintah serta pengelolaan transaksi DHE SDA secara lebih terintegrasi, efisien, dan seamless," kata Okki.
Sebagai bagian dari langkah antisipasi ke depan, BNI telah mulai merancang strategi khusus dalam mengelola aliran dana eksportir ini. Strategi tersebut mencakup penguatan layanan digital cash management, optimalisasi instrumen investasi, serta peningkatan layanan treasury.
"Serta kesiapan menjadi mitra utama pemerintah dan eksportir dalam distribusi instrumen SBN (surat berharga negara) valas domestik yang khusus diperuntukkan bagi DHE SDA," ucap Okki.