Asvi Warman Adam Ungkap Alasan Soekarno Tetapkan Hari Kartini

Asvi Warman Adam Ungkap Alasan Soekarno Tetapkan Hari Kartini
Foto: Ilustrasi Asvi Warman Adam Ungkap Alasan Soekarno Tetapkan Hari Kartini.

Sejarawan Asvi Warman Adam mengungkapkan alasan Presiden Soekarno menetapkan Hari Kartini sebagai hari nasional dipicu oleh tingginya popularitas Raden Ajeng Kartini di mata publik dan dunia politik. Penjelasan tersebut disampaikan dalam sebuah siniar pada Minggu (26/4/2026) terkait momentum sejarah pengangkatan pahlawan nasional.

Kebijakan penetapan ini berawal saat Presiden Soekarno menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 pada 2 Mei 1964, sebagaimana dilansir dari Nasional. Langkah tersebut menjadikan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dalam sebuah gelombang pengangkatan tokoh terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Asvi mencatat bahwa pada tahun tersebut terdapat 14 tokoh yang diberikan gelar pahlawan secara bersamaan. Jumlah ini merupakan angka terbanyak dalam satu periode pengangkatan pahlawan nasional yang pernah dilakukan oleh pemerintah pusat.

"Jadi pada tahun 1964 itu terjadi pengangkatan pahlawan yang terbesar di dalam sejarah Indonesia. Pada tahun itu diangkat ada 14 orang pahlawan nasional, terbanyak sampai sekarang," ujar Asvi Warman Adam, Sejarawan.

Penetapan massal tersebut dinilai sebagai upaya Soekarno untuk mengakomodasi berbagai latar belakang kelompok dalam bingkai Nasakom. Beberapa nama besar yang turut diangkat adalah Soedirman dari unsur PETA, Urip Sumoharjo dari KNIL, serta tokoh Islam seperti Wahid Hasyim dan Hasyim AsyÔÇÖari.

Dari total pahlawan yang diangkat tahun itu, terdapat tiga tokoh perempuan yakni Kartini, Cut Nyak Dien, dan Cut Nyak Meutia. Namun, Asvi menekankan bahwa Kartini memiliki daya tarik massa yang jauh lebih kuat dibandingkan kedua pejuang asal Aceh tersebut.

"Nah ada tiga orang perempuan yang menjadi pahlawan nasional. Tapi kalau dibandingkan ketiganya, Kartini, Cut Nyak Dien dan Cut Meutia, Kartini lebih populer. Populer di masyarakat tetapi populer juga di kalangan politisi," ujar Asvi Warman Adam, Sejarawan.

Faktor lain yang memperkuat posisi Kartini adalah dukungan organisasi Gerwani yang aktif mempromosikan sosoknya melalui majalah "Api Kartini". Selain itu, kekaguman pribadi Soekarno terhadap perjuangan literasi perempuan juga menjadi alasan kuat di balik keputusan tersebut.

"Bung Karno menjadikan tanggal lahir Kartini sebagai Hari Kartini," kata Asvi Warman Adam, Sejarawan.

Artikel terkait

Rekomendasi