Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), Ali Mahsun, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) yang mengatur standarisasi kemasan rokok. Ia menilai aturan tersebut akan memberatkan para pedagang kecil di lapangan.
Ali menjelaskan bahwa kebijakan kemasan polos akan membuat pedagang sulit membedakan antara produk rokok legal dan ilegal. Hal ini dikhawatirkan akan memicu kerugian besar pada sektor ritel dan pedagang kaki lima.
Dampak Penyeragaman Kemasan pada Pedagang
Penggunaan warna seragam seperti pantone 448C serta standarisasi huruf dan gambar dianggap akan menggerus penjualan rokok legal. Kondisi ini diprediksi justru akan membuat peredaran rokok ilegal semakin tidak terkendali di pasar.
Ia juga menyayangkan langkah Kementerian Kesehatan yang tidak melibatkan asosiasi pedagang dalam proses penyusunan RPMK ini. Padahal, para pedagang merupakan pihak yang paling terdampak secara ekonomi dari kebijakan tersebut.
Berikut adalah kelompok pedagang yang diperkirakan akan terdampak langsung oleh kebijakan ini:
- Pedagang kecil dan warung kelontong.
- Pedagang asongan yang berjualan di jalanan.
- Para pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di berbagai wilayah.
Data dari APKLI menunjukkan bahwa sekitar 3,9 juta pedagang kaki lima akan merasakan imbas negatif dari aturan standarisasi kemasan tersebut. Jumlah ini mencakup berbagai lapisan unit usaha kecil di seluruh Indonesia.
Kontribusi Rokok terhadap Ekonomi Rakyat
Peran penjualan rokok terhadap pendapatan pedagang kecil tidak bisa dipandang sebelah mata. Di warung kelontong, kontribusi penjualan rokok bahkan bisa mencapai lebih dari 50 persen dari total omzet harian.
Ali meminta pemerintah agar lebih bijaksana dan proporsional dalam menyusun regulasi terkait tembakau. Ia berharap ada titik temu yang adil antara kepentingan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi rakyat.
Ringkasan profil ekonomi dan kontribusi sektor pertembakauan nasional:
| Aspek Ekonomi | Keterangan dan Dampak |
|---|---|
| Jumlah Pedagang Terdampak | Sekitar 3,9 juta jiwa (PKL dan UMKM) |
| Kontribusi Penjualan | Lebih dari 50% omzet toko kelontong berasal dari rokok |
| Penerimaan Negara | Menyumbang lebih dari 10% dari total cukai dan pajak |
| Penyerapan Tenaga Kerja | Mencapai 6 juta orang dari sektor hulu hingga hilir |
Tabel di atas menggambarkan betapa strategisnya ekosistem pertembakauan bagi perekonomian nasional. Kebijakan yang terlalu ketat dikhawatirkan akan memperparah kondisi daya beli masyarakat yang saat ini sedang lesu.
Ali menekankan bahwa tekanan ekonomi global saat ini sudah cukup berat bagi rakyat kecil. Oleh karena itu, regulasi yang diambil pemerintah tidak seharusnya memberikan beban tambahan bagi mereka yang sedang berjuang pulih.
Melalui pernyataan resminya, APKLI mendesak pemerintah untuk tetap mempertimbangkan kesejahteraan jutaan pekerja di industri ini. Keseimbangan antara regulasi kesehatan dan stabilitas ekonomi harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.