PT ASIX Indonesia Cerdas menjalin kolaborasi dengan Promethean EDXIS guna mengembangkan solusi ruang kelas pintar atau smart classroom berbasis kecerdasan buatan di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia pada Rabu (20/5).
Kemitraan yang diinisiasi oleh anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk tersebut telah berjalan sejak Juni 2025. Implementasi kerja sama ini difokuskan pada penyediaan papan tulis pintar pendidikan serta pengintegrasian ekosistem pembelajaran digital di sekolah.
Pengembangan sistem teknologi edukasi ini menyasar interaktivitas antarkomponen kelas. Papan tulis pintar berbasis kecerdasan buatan tersebut dirancang agar dapat terhubung langsung dengan gawai milik siswa, seperti laptop maupun tablet.
CEO sekaligus Presiden Direktur PT ASIX Indonesia Cerdas, Andrie Tjioe, memberikan penegasan mengenai arah pemanfaatan teknologi ini dalam rilis resminya.
"Kerja sama dengan Promethean EDXIS menjadi salah satu langkah ASIX dalam memperkuat pilar solusi kami, AI Education, yaitu menghadirkan teknologi yang dapat mendukung transformasi pembelajaran di Indonesia," ujar Andrie Tjioe.
Solusi digital ini juga dilengkapi fitur Student Safe Security guna memproteksi fisik perangkat keras dari benturan atau air. Sistem perlindungan digital tersebut sekaligus berfungsi sebagai alat pengawasan aktivitas murid selama durasi belajar mengajar.
Infrastruktur pendukung kelas pintar ini mencakup perangkat lunak Explain Everything untuk whiteboard digital, manajemen perangkat terpusat melalui mobile device management, hingga pemanfaatan Microcloud Server untuk skenario akses data tanpa jaringan internet.
Manajemen guru turut dipermudah melalui integrated teacher enablement suite dan dashboard pemantauan real-time. Fasilitas keamanan siber sekolah yang terpasang juga mampu mendeteksi kata kunci berisiko terkait perundungan, kekerasan, serta ancaman keselamatan lainnya.
Promethean EDXIS tercatat memiliki rekam jejak global yang luas di sektor ini. Solusi teknologi dari perusahaan tersebut kini telah diaplikasikan di lebih dari 190 negara, menjangkau 150 juta pengguna, dan dioperasikan pada dua juta ruang kelas.