Amerika Serikat dan Israel Rancang Perubahan Rezim di Iran

Amerika Serikat dan Israel Rancang Perubahan Rezim di Iran
Foto: Ilustrasi Amerika Serikat dan Israel Rancang Perubahan Rezim di Iran.

Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyusun rencana rahasia untuk melakukan perubahan rezim di Iran dengan memproyeksikan mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad kembali berkuasa. Strategi matang ini dirancang menjelang serangan gabungan kedua negara terhadap Iran, dilansir dari Media Indonesia berdasarkan laporan The New York Times pada Selasa (19/5).

Presiden AS Donald Trump dikabarkan mendukung penuh gagasan tersebut. Trump meyakini bahwa strategi ini dapat menduplikasi model pengosongan kekuasaan yang sebelumnya pernah diupayakan terhadap Nicolás Maduro di Venezuela.

Operasi pembebasan Ahmadinejad yang dijalankan oleh Israel pada 28 Februari dilaporkan mengalami kegagalan. Serangan udara yang ditargetkan ke kediaman Ahmadinejad di Teheran bertujuan untuk melumpuhkan pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menahannya sebagai tahanan rumah.

Meskipun pos keamanan hancur dan beberapa anggota IRGC tewas, ledakan dari serangan tersebut justru melukai Ahmadinejad. Insiden ini memicu kekecewaan sang mantan presiden sehingga ia memilih menarik diri dari rencana perubahan pemerintahan tersebut.

Selain menyasar infrastruktur militer, serangan udara Israel pada hari pertama perang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya yang dinilai Washington lebih terbuka terhadap dialog perubahan pemerintahan juga ikut tewas.

Gedung Putih menolak memberikan komentar spesifik mengenai detail rencana pemasangan kembali mantan pemimpin garis keras tersebut. Namun, juru bicara pemerintah menyatakan bahwa militer Amerika Serikat telah memenuhi atau bahkan melampaui semua target yang ditetapkan.

"Negosiator kami sedang bekerja untuk mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri kemampuan nuklir Iran secara permanen," tulis pernyataan resmi Gedung Putih.

Saat ini, fokus utama pemerintah Washington dikabarkan telah bergeser ke arah langkah-langkah diplomatik. Sementara itu, keberadaan nyata dan kondisi kesehatan terkini Mahmoud Ahmadinejad pascaserangan di rumahnya masih belum dapat dipastikan secara resmi.

Artikel terkait

Rekomendasi