Tim perunding dari Amerika Serikat dan Iran menyepakati draf awal perpanjangan gencatan senjata sementara selama 60 hari yang mencakup kerangka kerja strategis perundingan program nuklir Teheran pada Selasa (12/5/2026).
Kesepakatan tersebut dilansir dari Investor Daily yang mengutip laporan media Axios mengenai perlunya proses negosiasi lanjutan untuk memenuhi tuntutan Amerika Serikat terhadap program nuklir Iran.
Para negosiator dari kedua belah pihak sebenarnya telah merampungkan sebagian besar syarat dan ketentuan di dalam draf kesepakatan, namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan belum memberikan persetujuan akhir.
Delegasi Iran mengonfirmasi bahwa mereka telah mengantongi restu politik yang diperlukan dari Teheran dan menyatakan siap menandatangani dokumen kesepakatan, meski pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi kepada publik.
Di sisi lain, tim negosiator Amerika Serikat telah memaparkan seluruh poin proposal secara terperinci kepada Donald Trump, tetapi sang presiden meminta kelonggaran waktu sebelum mengambil keputusan final.
"Presiden menyampaikan kepada para mediator bahwa ia membutuhkan waktu beberapa hari untuk mempertimbungkannya," ujar salah seorang pejabat AS.
Draf nota kesepahaman tersebut memuat klausul krusial mengenai jaminan keamanan maritim agar pelayaran komersial internasional yang melintasi Selat Hormuz berjalan bebas tanpa hambatan ataupun intimidasi militer.
Iran berkewajiban membersihkan seluruh ranjau laut di sepanjang jalur perairan strategis itu dalam kurun waktu 30 hari serta dilarang keras memberlakukan pungutan ilegal, pajak sepihak, maupun pencegatan kapal asing.
Sebagai imbal balik, blokade laut yang selama ini diterapkan oleh militer Amerika Serikat akan dicabut secara bertahap seiring dengan pulihnya stabilitas aktivitas pelayaran komersial di kawasan tersebut.
Draf komitmen ini juga menegaskan janji Iran untuk tidak mengejar atau memproduksi senjata pemusnah massal berbasis nuklir.
Selama periode gencatan senjata 60 hari ini, kedua negara akan memprioritaskan dialog intensif guna membahas pembatasan stok uranium yang telah diperkaya pada tingkat tinggi beserta seluruh aktivitas pengayaan aktif di fasilitas nuklir Iran.
Amerika Serikat menyatakan kesediaannya untuk membuka ruang dialog terkait pelonggaran sanksi ekonomi serta pencairan aset keuangan Iran yang membeku di luar negeri sebagai kompensasi atas kepatuhan tersebut.
Nota kesepahaman ini juga menyediakan mekanisme logistik khusus guna mempermudah pengiriman pasokan komoditas esensial dan bantuan kemanusiaan ke wilayah Iran.