AS Hapus Deposit Visa 15.000 Dolar bagi Suporter Piala Dunia 2026

AS Hapus Deposit Visa 15.000 Dolar bagi Suporter Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi AS Hapus Deposit Visa 15.000 Dolar bagi Suporter Piala Dunia 2026.

Pemerintah Amerika Serikat resmi menghapus kewajiban deposit visa senilai 15.000 dolar AS bagi suporter sepak bola dari 50 negara yang memiliki tiket resmi Piala Dunia 2026. Kebijakan pelonggaran aturan imigrasi tersebut diumumkan pada Rabu kemarin untuk mendukung kesuksesan turnamen di Amerika Utara.

Dilansir dari Suara, langkah ini merupakan bentuk dukungan operasional terhadap ajang sepak bola terbesar dunia tersebut. Sebelumnya, aturan deposit yang setara dengan ratusan juta rupiah ini diterapkan untuk menekan potensi pelanggaran izin tinggal oleh warga asing di wilayah Amerika Serikat.

Pembebasan jaminan finansial ini berdampak langsung bagi para pendukung dari negara-negara peserta seperti Senegal, Pantai Gading, Aljazair, Tunisia, dan Cabo Verde. Otoritas setempat memberikan pengecualian khusus ini hanya kepada penonton yang dapat membuktikan kepemilikan tiket terverifikasi.

Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Konsuler Mora Namdar memberikan penjelasan terkait detail teknis pemberian izin masuk bagi para penggemar sepak bola internasional tersebut.

"Kami membebaskan obligasi visa bagi penggemar yang memenuhi syarat yang membeli tiket Piala Dunia," kata Mora Namdar, Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Konsuler.

Pihak Departemen Luar Negeri menyatakan bahwa kebijakan deposit sebelumnya merupakan bagian dari program pengawasan imigrasi selama 12 bulan yang dimulai sejak Agustus lalu. Fokus utama kebijakan tersebut adalah menyaring pelancong dari negara-negara dengan verifikasi data yang dianggap minim.

Federasi sepak bola internasional, FIFA, turut memberikan respons positif atas keputusan Gedung Putih dalam mempermudah akses bagi ribuan penonton dari berbagai belahan dunia.

"untuk menghadirkan acara global yang sukses, memecahkan rekor, dan tak terlupakan." ujar pihak FIFA, dalam sebuah pernyataan resmi.

Lembaga tersebut menekankan pentingnya kompromi ini demi memastikan seluruh stadion di Amerika Serikat dipenuhi oleh pendukung internasional selama kompetisi berlangsung.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah atas kemitraan yang berkelanjutan," tambah pihak FIFA.

Namun, pelonggaran ini tidak berlaku bagi seluruh negara, karena warga Iran dan Haiti tetap dilarang masuk ke wilayah Amerika Serikat kecuali bagi atlet dan pelatih. Selain itu, aturan penyerahan riwayat media sosial lima tahun terakhir tetap diberlakukan bagi turis asing yang berkunjung.

Prosedur pengawasan ketat ini mendapat kritik dari organisasi hak asasi manusia yang mengkhawatirkan adanya risiko diskriminasi rasial dan pelanggaran privasi. Piala Dunia 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada 11 Juni dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama.

Artikel terkait

Rekomendasi