Arab Saudi Bangun Danau Raksasa Trojena Senilai Rp125 Triliun

Arab Saudi Bangun Danau Raksasa Trojena Senilai Rp125 Triliun
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Bangun Danau Raksasa Trojena Senilai Rp125 Triliun.

Pemerintah Arab Saudi sedang melaksanakan pembangunan danau buatan masif sepanjang 2,8 kilometer di kawasan pegunungan Trojena, Tabuk, sebagai bagian dari megaproyek NEOM. Hingga Maret 2026, proyek infrastruktur di tengah gurun ini dilaporkan menelan investasi mencapai USD 4,7 miliar atau setara Rp125 triliun.

Kawasan Trojena dikembangkan sebagai pusat wisata masa depan yang akan mengintegrasikan resor ski dan olahraga air. Konstruksi danau seluas 1,5 kilometer persegi tersebut mengandalkan tiga bendungan besar, dengan struktur utama mencapai tinggi 145 meter, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

CEO Webuild, Pietro Salini, menekankan signifikansi teknis dari pengembangan infrastruktur air di wilayah kering tersebut. Salini memproyeksikan proyek ini sebagai pencapaian besar dalam industri pembangunan global.

"Proyek ini akan menjadi keajaiban teknik dan konstruksi internasional," ujar Pietro Salini, CEO Webuild.

Pemanfaatan teknologi beton khusus menjadi kunci dalam menahan volume air tawar di tengah lingkungan pegunungan yang ekstrem. Ambisi ini merupakan pilar dari Saudi Vision 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi negara dari ketergantungan pada sektor minyak bumi.

Progres fisik di lapangan menunjukkan kemajuan signifikan dengan volume penggalian tanah yang besar. Executive Director Trojena, Philip Gullett, menyatakan bahwa pihaknya menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam mengelola material di lokasi proyek.

"Kami telah menyelesaikan sekitar 3 juta meter kubik penggalian di lokasi danau. Material hasil galian akan digunakan kembali untuk konstruksi bendungan dan dasar danau sebagai bagian dari strategi ramah lingkungan," jabarnya Philip Gullett, Executive Director Trojena.

Operasional danau ini nantinya akan didukung oleh teknologi desalinasi air laut yang digerakkan oleh sumber energi terbarukan. Langkah tersebut diambil untuk mengatasi tantangan ketersediaan air serta tingkat penguapan yang tinggi di wilayah gurun Arab Saudi.

Artikel terkait

Rekomendasi