Arab Saudi Antisipasi Wabah Ebola dan Hantavirus Jelang Haji 2026

Arab Saudi Antisipasi Wabah Ebola dan Hantavirus Jelang Haji 2026
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Antisipasi Wabah Ebola dan Hantavirus Jelang Haji 2026.

Otoritas Kesehatan Saudi (Weqaya) mengonfirmasi kesiapan sistem pengawasan epidemiologi Kerajaan dalam mengantisipasi potensi penyebaran wabah virus Ebola dan Hantavirus demi melindungi jemaah haji. Langkah pencegahan dan pemantauan harian ketat diberlakukan bagi pelancong yang datang dari negara-negara sekitar zona penularan, seperti dilansir dari Detikcom pada Jumat (22/5/2026).

Pihak berwenang memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan satu pun kasus Ebola maupun Hantavirus di dalam wilayah Kerajaan Arab Saudi. Pengawasan berkelanjutan difokuskan pada perkembangan virus Ebola di Kongo dan Uganda melalui koordinasi dengan organisasi kesehatan internasional.

Kondisi kesehatan para jemaah haji yang datang ke Arab Saudi saat ini dilaporkan berada dalam status yang aman di bawah pemantauan konstan dari pihak berwenang.

"Status kesehatan para jemaah haji tetap menyakinkan, di bawah pemantauan terus-menerus sepanjang waktu dan berkoordinasi penuh dengan otoritas di dalam dan luar Kerajaan," tulis Weqaya dalam laporan resmi mereka.

Kesiapan sistem epidemiologi ini diperkuat menyusul keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional pada 17 Mei 2026. Langkah preventif berupa penangguhan visa masuk bagi pelancong dari daerah terdampak gelombang virus sebelumnya juga tetap dipertahankan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional (NCDC) menyatakan penilaian risiko secara berkala terus mendorong penguatan tindakan pengawasan bagi pelancong dari negara perbatasan zona wabah, termasuk Uganda, Sudan Selatan, Rwanda, Burundi, Tanzania, dan Kongo.

Tim respons kesehatan kini telah diaktifkan di seluruh pelabuhan dan titik masuk ke Kerajaan Arab Saudi untuk memeriksa setiap pendatang. Fasilitas medis di seluruh negeri juga dipastikan siap menangani kasus yang dicurigai sesuai protokol resmi, disertai penerapan pengawasan harian di akomodasi jemaah.

Sementara itu, Weqaya menilai ancaman Hantavirus memiliki risiko yang rendah bagi Kerajaan selama musim haji 2026 berlangsung. Meskipun demikian, prosedur pemantauan tetap dijalankan secara ketat demi memfasilitasi intervensi cepat jika terjadi dinamika penularan di lapangan.

Artikel terkait

Rekomendasi