Apkasindo Tolak Wacana Penutupan Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Kebun

Apkasindo Tolak Wacana Penutupan Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Kebun
Foto: Ilustrasi Apkasindo Tolak Wacana Penutupan Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Kebun.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyatakan keberatan atas wacana penutupan pabrik kelapa sawit (PKS) komersial tanpa kebun yang dinilai mengancam ekonomi jutaan petani swadaya. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung pada Selasa (28/4/2026).

Dilansir dari Money, keresahan ini muncul menyusul pembahasan di tingkat pemerintah pusat mengenai keberadaan pabrik tanpa kebun yang dianggap memicu persaingan tidak sehat dalam perebutan bahan baku. Berdasarkan data Apkasindo, terdapat 6,87 juta hektar kebun petani yang 93,2 persen di antaranya dikelola secara mandiri.

Gulat ME Manurung, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apkasindo, memperingatkan dampak sosial dan ekonomi yang besar jika kebijakan penutupan tersebut benar-benar direalisasikan oleh pemerintah dalam waktu dekat.

"Petani swadaya atau petani mandiri, bisa dibayangkan akan terjadi chaos jika PKS Komersil benar-benar ditutup," kata Gulat ME Manurung, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apkasindo.

Gulat menjelaskan bahwa petani swadaya yang tidak terikat kontrak dengan perusahaan besar sangat bergantung pada pabrik komersial untuk menjaga harga tandan buah segar (TBS) tetap kompetitif. Keberadaan pabrik ini menjadi solusi saat pabrik konvensional mendahulukan pengolahan hasil kebun mereka sendiri.

"Tidak ada monopoli oleh satu atau dua pabrik. Sekarang ini yang dibutuhkan bagaimana upaya supaya semua PKS Konvensional mematuhi regulasi pemerintah khususnya penetapan harga TBS provinsi," tutur Gulat ME Manurung, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apkasindo.

Sebagai langkah jalan tengah, Apkasindo mengusulkan skema kemitraan wajib bagi setiap pabrik untuk menyerap minimal 20 persen hasil panen petani guna menjamin kepastian pasokan bagi industri dan harga bagi para pekebun.

"Usulan skema kemitraan yang disampaikan Apkasindo menguntungkan semua pihak baik pabrik sawit konvensional, PKS komersil, petani sawit Swadaya dan plasma, yaitu adanya kepastian pasokan TBS," tutur Gulat ME Manurung, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apkasindo.

Wacana penutupan pabrik tanpa kebun ini sebelumnya mencuat karena dianggap memicu perebutan bahan baku di lapangan, namun bagi petani swadaya, kehadiran pabrik komersial justru dianggap menciptakan persaingan sehat dan meningkatkan perputaran uang di daerah.

Artikel terkait

Rekomendasi