Aliansi Perguruan Tinggi (Aperti) BUMN kembali membuka Program Beasiswa APERTI BUMN Tahun 2026 untuk kedelapan kalinya. Seperti dilansir dari Media Indonesia, aliansi ini menyediakan 312 kursi beasiswa yang tersebar di enam perguruan tinggi milik BUMN pada tahun ini.
"Beasiswa Aperti BUMN merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi dunia pendidikan dan calon mahasiswa. Mereka saat ini harus berhadapan dengan biaya pendidikan yang tinggi, ketidaksesuaian kurikulum dengan dunia kerja, serta keterbatasan akses bagi pelajar dari daerah," ungkap Ketua Aperti BUMN Prof Iwa Garniwa, saat peluncuran Program Beasiswa Aperti BUMN 2026 di kampus Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) di Bandung, Senin (25/5).
Iwa Garniwa menambahkan bahwa Aperti BUMN hadir secara khusus untuk merespons tantangan pendidikan nasional melalui program ini. Fasilitas pembiayaan ini diberikan secara spesifik bagi calon mahasiswa yang mendaftar ke perguruan tinggi yang tergabung dalam anggota aliansi.
Tujuan program ini menurutnya untuk meringankan beban finansial, membuka kesempatan baru, serta mencetak lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, dan bersaing di pasar global.
"Kepada calon mahasiswa penerima beasiswa, amanah ini adalah kepercayaan. Gunakan kesempatan ini untuk belajar sungguh-sungguh, asah keterampilan, dan bangun jejaring," tandas Rektor Institut Teknologi PLN itu.
Kebutuhan industri saat ini menuntut ketersediaan tenaga kerja yang adaptif, terampil, dan berkarakter, tidak sekadar unggul dalam penguasaan teori.
"Jadilah angkatan yang membuktikan bahwa lulusan Aperti BUMN mampu menjadi tulang punggung ekonomi bangsa."
Enam perguruan tinggi yang tergabung dalam aliansi ini meliputi Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi PLN (ITPLN), Universitas Pertamina (UPER), Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), Telkom University (Tel-U), serta Politeknik Semen Indonesia (Poltek-SI).
Rektor ULBI Prof Nyoman Pujawan menilai program ini memiliki nilai yang sangat strategis bagi perkembangan dunia pendidikan tinggi.
"Itulah mengapa di perguruan tinggi mana pun di dunia, biaya kuliah tidak pernah dibuat sama rata. Bahkan banyak mahasiswa yang berkuliah tanpa membayar sepeser pun. Hal itu juga dilakukan di lingkungan Aperti BUMN. Banyak mahasiswa yang mendapat dukungan penuh dari setiap perguruan tinggi anggota," tambahnya.
Institusi pendidikan di bawah BUMN memiliki keunggulan komparatif berupa dukungan langsung dari induk perusahaan masing-masing, baik lewat program ikatan kerja maupun ikatan dinas.
Program kolaboratif tahun ini mengusung tema "Membangun Talenta Muda Unggul dalam Transformasi Energi, Teknologi, dan Logistik Menuju Industri Berkelanjutan Indonesia". Tema tersebut menjadi representasi komitmen aliansi dalam menyediakan SDM yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kuota sebanyak 312 beasiswa penuh dan parsial disiapkan untuk tahun ajaran 2026 bagi pelajar berprestasi. Angka ini meningkat dari kuota tahun 2025 sebanyak 301 beasiswa dan tahun 2024 sebanyak 295 beasiswa.
Saat pertama kali digulirkan pada 2019, program ini hanya menyediakan 30 kuota awal. Pertumbuhan kuota hingga sepuluh kali lipat dalam tujuh tahun menegaskan konsistensi perluasan akses pendidikan berkualitas.
Indikator kepercayaan publik terlihat dari antusiasme pendaftar pada tahun 2025 yang menembus angka 12.707 peserta dari seluruh wilayah Indonesia.
Sektor keilmuan dari keenam kampus ini saling melengkapi, mulai dari energi, kelistrikan, telekomunikasi, material dan semen, hingga logistik dan bisnis internasional.
Prof Iwa Garniwa menegaskan kembali bahwa skema beasiswa ini dirancang sebagai langkah strategis mencetak penggerak transformasi industri.
ÔÇ£Melalui program ini, APERTI BUMN berkomitmen melahirkan talenta muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjadi motor penggerak transformasi energi, teknologi, dan logistik. Kami percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan Indonesia yang berkelanjutan adalah dengan membekali generasi emas kita dengan kompetensi inovatif yang selaras dengan dinamika industri modern,ÔÇØ tandasnya.
Pendaftaran program ini terbuka untuk siswa-siswi SMA/SMK/MA atau sederajat yang lulus pada tahun 2025 dan 2026. Pendaftar wajib mengunggah nilai rapor dari semester 1 sampai semester 5, serta sertifikat prestasi penunjang.
Proses registrasi dilakukan lewat situs resmi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pada kampus pilihan, dengan ketentuan satu pendaftar hanya boleh memilih satu perguruan tinggi.
Tahapan seleksi berjalan dalam lima fase, yaitu pendaftaran dan unggah berkas, verifikasi administrasi, Tes Potensi Akademik atau ujian masuk, wawancara, dan pengumuman akhir.
Implementasi detail tiap tahapan mengikuti kebijakan internal masing-masing kampus, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp100.000.
Linimasa Pelaksanaan Beasiswa APERTI BUMN 2026
Proses seleksi dan pendaftaran dijadwalkan berlangsung sesuai dengan jadwal resmi dari pihak panitia aliansi.
Pendaftaran online dibuka mulai 25 Mei sampai 7 Juni 2026. Tahap verifikasi dokumen administrasi diagendakan pada 8 hingga 12 Juni 2026.
Ujian seleksi masuk dilaksanakan pada 18 Juni 2026, disusul tahapan wawancara bagi peserta yang lolos pada 25 hingga 26 Juni 2026. Hasil kelulusan akhir akan diumumkan resmi pada 2 Juli 2026.
Informasi rincian program studi dan komponen pembiayaan dapat diakses secara mandiri melalui laman resmi masing-masing perguruan tinggi anggota APERTI BUMN.