Sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla mengalami tindakan kekerasan fisik oleh aparat Israel selama ditahan tiga hingga empat hari, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi ke Istanbul, Turkiye pada Jumat (22/5/2026).
Pembebasan dan kondisi terkini para warga negara Indonesia tersebut dikonfirmasi oleh pihak berwenang, sebagaimana dilansir dari Nasional. Para korban dilaporkan sempat mengirimkan sinyal darurat berupa video pernyataan penangkapan mereka oleh otoritas Israel pada Rabu (20/5/2026).
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik di Turkiye memastikan bahwa seluruh warga negara Indonesia tersebut saat ini berada dalam pengawasan aman. Pihak otoritas kini sedang mempersiapkan proses pemulangan mereka kembali ke tanah air.
"Kami Konsul Jenderal bagian Indonesia di Istanbul alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara kita yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat, walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik," kata Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono.
Tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh aparat Israel selama masa penahanan tersebut meliputi berbagai bentuk penyiksaan fisik. Berdasarkan laporan, para korban menerima perlakuan kasar yang mencederai fisik mereka.
"Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum," kata Darianto.
Kondisi sembilan warga negara Indonesia tersebut kini dipastikan dalam keadaan sehat walafiat. Berdasarkan dokumentasi video, mereka berada di Istanbul dengan mengenakan kefiyeh di pundak berlatar belakang bendera Turkiye.