Modus baru penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik atau vape kini tengah menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Seperti diberitakan oleh Medcom, sejumlah kepolisian daerah, termasuk Polrestabes Medan, telah berhasil mengungkap kasus peredaran perangkat yang dikenal dengan istilah pod getar tersebut.
Kemunculan istilah pod getar ini sempat memicu kebingungan sekaligus perhatian luas dari warganet di media sosial. Hal itu terjadi setelah sebuah video berdurasi singkat viral dan memperlihatkan dua orang yang diduga mengalami efek buruk usai menggunakan perangkat tersebut di suatu lokasi.
Dalam rekaman video yang beredar, kedua orang tersebut tampak linglung, kehilangan kesadaran, serta berbicara tidak jelas. Tidak hanya itu, mereka juga menunjukkan perilaku yang diduga mengarah pada gejala halusinasi akibat penggunaan gawai rokok elektronik tersebut.
Secara tampilan fisik, gawai rokok elektronik ini sekilas terlihat sama seperti vape pod pada umumnya. Namun, dilansir dari Kaltengpos, sebutan pod getar merujuk pada perangkat vape pod yang telah disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Perbedaan besar terletak pada bagian cairan atau liquid yang digunakan di dalamnya. Cairan untuk gawai tersebut diduga kuat telah dimodifikasi dengan campuran kandungan ilegal, seperti zat psikotropika atau narkotika.
Zat berbahaya yang sengaja dimasukkan ke dalam liquid tersebut mampu memengaruhi sistem saraf serta kesadaran penggunanya dalam waktu singkat. Karena bentuk perangkatnya menggunakan vape biasa, masyarakat umum cenderung sulit membedakan antara pod legal dengan perangkat yang sudah dimodifikasi secara berbahaya.
Dampak Jangka Pendek dan Panjang Bagi Kesehatan
Efek yang ditimbulkan dari penyalahgunaan gawai rokok elektronik ini dinilai sangat berbahaya bagi tubuh. Pengguna gawai modifikasi ini dapat mengalami gejala seperti tubuh lemas, halusinasi, gangguan kesadaran, bicara tidak teratur, hingga kehilangan kontrol diri.
Pada beberapa kondisi, zat terlarang yang dihirup juga bisa memicu terjadinya kejang-kejang serta gangguan jantung. Bahkan, kandungan ilegal tersebut dapat memicu kondisi fatal yang berisiko mengancam nyawa penggunanya.
Risiko kesehatan dari perangkat ini dinilai jauh lebih tinggi karena uap zat berbahaya langsung masuk ke paru-paru. Melalui aliran darah, zat tersebut akan menyebar secara cepat menuju otak, sehingga efek buruknya dapat muncul hanya dalam hitungan menit.
Selain memberikan dampak buruk pada fisik secara instan, penggunaan dalam jangka waktu lama juga berpotensi merusak fungsi otak secara perlahan. Efek akumulatif dari zat psikotropika tersebut juga berpotensi menimbulkan ketergantungan yang serius bagi penggunanya.
Indikator Getar pada Rokok Elektronik Legal
Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk memahami bahwa tidak semua vape yang memiliki fitur getar dikategorikan sebagai produk berbahaya atau ilegal. Beberapa produsen rokok elektronik legal memang sengaja melengkapi perangkat mereka dengan fitur getaran mekanis.
Fitur getar pada produk legal tersebut berfungsi murni sebagai penanda teknologi atau indikator bagi pengguna. Getaran biasanya menjadi navigasi untuk menunjukkan sisa kapasitas baterai atau memberikan notifikasi batas penggunaan gawai.
Sepanjang cairan rokok elektronik yang digunakan didapatkan secara aman serta tidak dicampur dengan zat terlarang, perangkat tersebut tetap berstatus sebagai vape legal. Oleh karena itu, poin utama yang wajib diwaspadai oleh masyarakat adalah isi kandungan cairan di dalam pod, bukan bentuk luar dari perangkat tersebut.