Dunia kecerdasan buatan sedang dihebohkan oleh langkah Anthropic yang meluncurkan model baru bernama Claude Mythos. Model ini memiliki kemampuan luar biasa yang diklaim mampu mengungguli manusia dalam berbagai tugas peretasan serta keamanan siber.
Kehadiran teknologi ini memicu gelombang diskusi serius di kalangan regulator, legislator, hingga institusi keuangan internasional mengenai potensi bahaya terhadap layanan digital global. Seperti dilaporkan BBC baru-baru ini pada Rabu (24/4/2026), model ini diungkapkan ke publik pada awal April 2026 sebagai "Mythos Preview".
Model tersebut merupakan bagian dari ekosistem AI Claude yang dirancang untuk bersaing dengan ChatGPT milik OpenAI dan Gemini milik Google. Berdasarkan laporan peneliti "tim merah" (red-teams), Claude Mythos sangat mumpuni dalam mendeteksi kutu (bugs) dorman pada kode lama yang telah ada selama puluhan tahun lalu mengeksploitasinya.
Dikutip dari Investortrust, Anthropic tidak merilis model ini secara luas guna memitigasi risiko keamanan. Mereka memilih membentuk Project Glasswing, sebuah inisiatif untuk mengamankan perangkat lunak paling kritis di dunia.
Melalui proyek tersebut, Anthropic memberikan akses terbatas kepada 12 raksasa teknologi untuk memperkuat sistem pertahanan mereka. Beberapa perusahaan yang terlibat meliputi Amazon Web Services, Apple, Microsoft, Google, Nvidia, Broadcom, hingga Crowdstrike. Hingga kini, lebih dari 40 organisasi infrastruktur perangkat lunak kritis telah dilibatkan dalam pengujian.
Kekhawatiran para pakar dan pejabat dunia kian menguat karena Claude Mythos Preview berhasil menemukan ribuan kerentanan tingkat tinggi dalam waktu singkat. Kerentanan tersebut ditemukan pada setiap sistem operasi utama dan peramban web.
"Mengingat laju kemajuan AI, tidak akan lama lagi kemampuan seperti itu akan menjamur, bahkan berpotensi melampaui aktor-aktor yang berkomitmen untuk menerapkannya secara aman," tulis pernyataan resmi Anthropic pada 7 April seperti dikutip BBC.
Bos Anthropic, Dario Amodei, secara terbuka telah menawarkan kerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat. Langkah ini bertujuan untuk membantu bertahan dari risiko yang ditimbulkan oleh model sekuat Claude Mythos.
Dampak dari kehadiran model AI ini bahkan telah masuk menjadi agenda utama dalam pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC. Menteri Keuangan Kanada, François-Philippe Champagne, menyebut teknologi ini sebagai sebuah "ketidaktahuan yang tidak diketahui" (unknown unknown) yang menuntut perhatian serius karena berpotensi merusak stabilitas sistem keuangan global.
Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, turut menyatakan bahwa otoritas keuangan kini harus mengkaji dengan sangat cermat implikasi perkembangan AI ini terhadap risiko kejahatan siber di masa depan.
Kendati demikian, beberapa pakar siber tetap menunjukkan sikap skeptis dan mengingatkan bahwa klaim tersebut perlu diuji secara independen. Mantan kepala Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris, Ciaran Martin, mengakui kemampuan Claude Mythos dalam menemukan kerentanan kritis telah mengguncang banyak pihak, terutama perannya sebagai peretas hebat pada sistem yang belum memiliki tambalan keamanan.
Di sisi lain, Institut Keamanan AI Inggris menyimpulkan bahwa ancaman terbesar Claude Mythos tetap menyasar pada sistem dengan pertahanan buruk. Sistem dengan keamanan siber yang solid secara teori masih memiliki peluang besar untuk menghentikan serangan model AI ini.