Anggota PPSU Bidara Cina Jadi Korban Penusukan Saat Bertugas

Anggota PPSU Bidara Cina Jadi Korban Penusukan Saat Bertugas
Foto: Ilustrasi Anggota PPSU Bidara Cina Jadi Korban Penusukan Saat Bertugas.

Seorang anggota Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bidara Cina bernama Endrik (52) menjadi korban penusukan di area Kantor Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat (15/5/2026). Insiden ini bermula saat korban menegur seorang pria yang masuk ke aula kantor tanpa melepas sandal.

Aksi kekerasan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka sobek pada bagian paha kanan serta lebam di area bibir. Dilansir dari Megapolitan, pelaku diduga melakukan penyerangan dalam pengaruh minuman keras saat mendatangi kantor kelurahan untuk menggunakan fasilitas toilet.

Lurah Bidara Cina, Suhartono, memberikan konfirmasi mengenai penanganan medis yang telah diberikan kepada anak buahnya tersebut segera setelah kejadian berlangsung.

"Pisaunya mengenai paha (Endrik). Setelah itu dia dibawa ke Puskesmas Kecamatan Jatinegara dan dijahit," ungkap Suhartono.

Suhartono menyampaikan rasa prihatin atas terjadinya tindak pidana di lingkungan kerjanya. Sebelum peristiwa itu terjadi, para petugas diketahui baru saja menyelesaikan pembersihan rutin di area wilayah kerja mereka.

"Sedang merapikan dan membersihkan, petugas menyapu jalan protokol, ada juga yang membersihkan ruangan dan kantor," kata Suhartono.

Pihak kelurahan saat ini tengah berupaya mengidentifikasi pelaku melalui bukti visual. Dugaan sementara mengarah pada warga sekitar yang tinggal di depan kantor kelurahan, meski proses verifikasi masih berjalan.

"Kayaknya tahu, tapi kami tidak bisa menuduh dulu. CCTV masih dicek. Sepertinya orang yang tinggal di depan, tapi jarang ada di situ. Mungkin punya kegiatan di luar, jadi anak-anak kami tidak begitu kenal," lanjut Suhartono.

Korban yang ditemui di kediamannya menceritakan detail pemicu kemarahan pelaku. Endrik menjelaskan bahwa ia hanya berniat menjaga kebersihan aula kantor yang baru saja dipel oleh petugas lain.

"Saya ngobrol dengan teman yang sedang piket. Ada anak masuk (ke kantor kelurahan), saya tegur, 'tolong sendalnya dicopot'. Di aula kan baru dipel, kasihan orang yang kerja jadi kotor lagi," kata Endrik.

Ketegangan meningkat saat pelaku tidak terima ditegur dan mulai melakukan tindakan fisik secara bertubi-tubi kepada korban di area publik kelurahan.

"Saya sudah minta maaf, tapi dia tetap memukul saya. Satu kali, dua kali sampai saya jatuh di depan ATM DKI yang ada di kelurahan. Setelah itu dia menusuk saya. Saya hanya diam. Darah keluar banyak," ungkap Endrik.

Artikel terkait

Rekomendasi