Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran layanan konferensi video sebesar Rp 5,7 miliar untuk mendukung sistem koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alokasi tersebut menuai sorotan masyarakat di media sosial setelah dikalkulasi setara dengan pengeluaran Rp 633 juta per bulan.
Sorotan publik muncul akibat kekhawatiran terkait efisiensi belanja pemerintah, sebagaimana dilansir dari Detik Health pada Jumat (24/4/2026). Salah satu komentar warganet mempertanyakan alasan terjadinya pemborosan di tengah upaya efisiensi yang sedang digalakkan pemerintah.
"Dimana-mana efisiensi, kenapa ini pemborosan?" tulis salah satu netizen.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi bahwa pengadaan layanan virtual tersebut merupakan infrastruktur vital bagi kelancaran program strategis nasional. Besarnya jangkauan koordinasi dari tingkat pusat hingga satuan pelaksana di daerah menjadi alasan utama penguatan sistem komunikasi digital ini.
"Program makan bergizi melibatkan banyak pihak, mulai dari pusat, pemerintah daerah, satuan pelayanan, hingga pelaksana di lapangan. Dalam situasi seperti ini, koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program," ujar Dadan, Kepala BGN.
Penjelasan lebih lanjut menyebutkan bahwa platform yang digunakan adalah sistem enterprise terpusat di bawah kendali Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN. Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas 5.000 pengguna aktif yang mampu menampung audiens hingga 50.000 peserta dalam satu sesi.
"Kami ingin memastikan bahwa pesan, arahan, dan pedoman pelaksanaan program dapat diterima secara utuh oleh pelaksana di berbagai daerah. Kebutuhan ini sebagai bagian dari sistem kerja untuk menjaga kualitas pelaksanaan program," tutup Dadan.
Sistem komunikasi ini akan dioperasikan oleh seluruh jenjang struktur organisasi, mulai dari pimpinan eselon I hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di pelosok daerah. Penggunaan mencakup agenda bimbingan teknis, sosialisasi kebijakan, hingga edukasi publik secara masif.