Anggaran Laundry Gubernur Kaltim Rp450 Juta per Tahun Tuai Sorotan

Anggaran Laundry Gubernur Kaltim Rp450 Juta per Tahun Tuai Sorotan
Foto: Ilustrasi Anggaran Laundry Gubernur Kaltim Rp450 Juta per Tahun Tuai Sorotan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran jasa pencucian atau laundry senilai Rp450 juta per tahun untuk kebutuhan operasional sejumlah gedung fasilitas daerah dan rumah jabatan. Pengalokasian dana tersebut menjadi perhatian publik setelah rincian biaya cuci pakaian Gubernur Rudy Mas'ud pada periode 25 hingga 31 Maret 2026 beredar di masyarakat.

Berdasarkan data yang dilansir dari Suara, total biaya pembersihan pakaian pribadi gubernur selama sepekan tersebut mencapai Rp20,9 juta. Pihak pemerintah provinsi memberikan klarifikasi bahwa total anggaran tahunan sebesar Rp450 juta tidak hanya digunakan untuk pakaian, melainkan mencakup operasional enam gedung besar, rumah tamu VIP, serta fasilitas rumah jabatan lainnya.

Rincian biaya dalam dokumen tersebut menunjukkan harga satuan yang dinilai tidak wajar oleh masyarakat, seperti ongkos mencuci satu potong pakaian dalam yang dipatok seharga Rp15.000. Selain itu, layanan kilat enam jam untuk enam potong pakaian dikenakan tarif Rp240.000, atau setara dengan Rp40.000 per pakaian.

Sejumlah item ibadah dan perlengkapan rumah tangga juga tercatat memiliki biaya tinggi, yakni sajadah dan mukena yang masing-masing dihargai Rp40.000 untuk sekali cuci. Dokumen tersebut juga memuat biaya pencucian lima buah bedcover besar senilai Rp600.000 dengan layanan ekspres, serta biaya cuci lima buah keset seharga Rp125.000.

Daftar Satuan Biaya Laundry
Item BarangLayananEstimasi Harga Satuan
Pakaian DalamRegulerRp15.000
Pakaian (Kemeja/Gamis)Express 6 JamRp40.000
SajadahRegulerRp40.000
MukenaRegulerRp40.000
Bedcover BesarExpressRp120.000
KesetRegulerRp25.000

Warganet melalui media sosial mempertanyakan urgensi dan kewajaran harga tersebut, mengingat lokasi pengerjaan jasa yang digunakan terlihat seperti penyedia jasa laundry biasa. Akun @hidupsdbagai62 mengungkapkan keheranannya melalui unggahan pada Rabu, 6 Mei 2026.

"Laundry sempak 15k per biji, demi apa? Sempaknya Gub Kaltim sempak titan kah?" tanya si warganet.

Seorang pengguna media sosial lain membandingkan tarif tersebut dengan harga pasar di wilayahnya yang jauh lebih terjangkau untuk layanan serupa.

"Di tempat gue express enam jam itu Rp20.000/kg ini Rp40.000 anjir mahal amat. Handuk juga paling gede cuma Rp25.000 harganya, ini laundry kelas premium kali ya parfumnya impor wkwk," sahut seorang warganet.

Kritik publik semakin tajam setelah beredar foto yang diduga merupakan lokasi jasa pencucian tersebut yang menampilkan pakaian sedang dijemur di bawah sinar matahari secara konvensional. Kondisi ini dianggap tidak sebanding dengan nilai tagihan yang mencapai jutaan rupiah.

"Tempatnya? Lihat sendiri deh fotonya. Bukan 5asec, bukan laundry premium dengan AC dan aroma terapi. Ini tempat laundry biasa, ketemu di Google Maps, alamat sesuai kwitansi, tampilan seadanya," imbuh si warganet.

Fakta mengenai proses pengeringan yang masih menggunakan panas matahari juga tidak luput dari komentar miring masyarakat di platform digital.

"Laundry jutaan, tapi ngeringin cuciannya masih pakai matahari ? Laundry koin aja Rp30 ribu udah cuci kering, tinggal dilipat," komentar warganet.

Artikel terkait

Rekomendasi