Anak di Amerika Serikat Meninggal Akibat Komplikasi Otak Pasca Campak

Anak di Amerika Serikat Meninggal Akibat Komplikasi Otak Pasca Campak
Foto: Ilustrasi Anak di Amerika Serikat Meninggal Akibat Komplikasi Otak Pasca Campak.

Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun di Amerika Serikat meninggal dunia pada April 2026 setelah mengalami komplikasi otak langka akibat infeksi virus campak. Penyakit yang dikenal sebagai Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE) tersebut memicu kerusakan saraf fatal meski infeksi awal terjadi bertahun-tahun sebelumnya.

Kematian tragis ini bermula saat bocah tersebut tertular campak pada usia 7 bulan, sebagaimana dilansir dari Detik Health melalui laporan NYPost. Penurunan fungsi kognitif dan gejala kejang baru mulai muncul saat korban menginjak usia 6 tahun hingga akhirnya didiagnosis menderita SSPE.

Kondisi SSPE merupakan gangguan saraf langka yang menyerang otak akibat mutasi virus campak yang menetap di dalam tubuh. Penyakit ini sering kali berujung pada kematian setelah pasien mengalami perubahan suasana hati, gangguan memori, hingga kehilangan koordinasi motorik dan koma.

Pakar medis menjelaskan bahwa gejala penyakit ini biasanya memiliki masa inkubasi yang panjang sebelum bermanifestasi secara klinis. Umumnya, tanda-tanda kerusakan otak baru terlihat dalam rentang waktu 6 hingga 10 tahun setelah seseorang pertama kali terinfeksi campak.

"Campak itu seperti menetap di otak Anda dan menyebabkan perubahan pada tingkat seluler yang terjadi secara diam-diam," kata Sharon Nachman, kepala penyakit infeksi pediatrik di Children's Hospital of Orange Country di California, Amerika Serikat.

Sharon memberikan peringatan mengenai bahaya laten virus ini yang dapat menghancurkan masa depan pasien di usia dewasa secara mendadak. Hal ini didasarkan pada cara virus bermutasi dan merusak sel-sel otak tanpa peringatan dini yang jelas.

"Anda bisa saja terkena campak saat berusia 2 tahun, dan sekarang Anda kuliah, dan tiba-tiba otak Anda rusak dan Anda tidak memiliki masa depan," tambahnya.

Data statistik menunjukkan risiko SSPE berkisar antara 4 hingga 11 kasus dari setiap 100 ribu infeksi campak. Namun, kerentanan meningkat menjadi 18 per 100 ribu kasus apabila virus tersebut menyerang anak-anak yang masih berusia di bawah 5 tahun.

Laporan kesehatan mencatat bahwa di Amerika Serikat terdapat sekitar 4 hingga 5 kasus SSPE setiap tahunnya. Meskipun tergolong jarang, angka ini diprediksi berpotensi naik seiring dengan melonjaknya kembali wabah campak di berbagai negara akibat penurunan tingkat vaksinasi rutin.

Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 2.242 kasus campak di Amerika Serikat dengan mayoritas penderita adalah individu yang tidak divaksinasi. Bahkan, setidaknya tiga kematian terkait infeksi ini telah dilaporkan terjadi sepanjang tahun 2025.

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa pemberian vaksin MMR (measles, mumps, rubella) tetap menjadi cara pencegahan paling efektif. Vaksin ini direkomendasikan untuk diberikan dalam dua dosis, yakni pada usia 12-15 bulan dan sebelum anak memasuki usia sekolah.

Artikel terkait

Rekomendasi